Luciano Leandro Soroti Ujian Berat John Herdman di Timnas Indonesia
Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian berat bagi pelatih John Herdman usai kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, sebagaimana dilansir dari Bola pada Kamis (13/8/2026).
Ekspektasi publik kini tertuju pada peningkatan kualitas permainan skuad Garuda, tidak sekadar tuntutan meraih hasil akhir pada turnamen Divisi Premier yang dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026 di Indonesia.
"FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas," ujar Luciano.
Mantan pemain PSM Makassar tersebut menegaskan bahwa penilaian terhadap seorang pelatih berpatokan pada tiga aspek utama dalam mengelola tim nasional.
"Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana," lanjut Luciano.
Materi pemain Indonesia dinilai sudah memadai untuk bersaing di kawasan Asia Tenggara, sehingga fokus utama terletak pada penerapan strategi serta sistem permainan tim.
"Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem," kata Luciano.
Peningkatan aspek permainan seperti transisi dan efektivitas serangan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada jajaran kepelatihan.
"Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat," ucap Luciano.
Ia juga menyoroti pentingnya variasi taktik agar kesalahan pada turnamen sebelumnya tidak kembali terulang saat menghadapi lawan-lawan tangguh.
"Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar," tegas Luciano.
Ajang internasional teranyar bentukan FIFA ini bakal menjadi panggung pembuktian mengenai skema dan identitas permainan yang diusung oleh sang juru taktik.
"Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia," pungkas Luciano.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow