Maybank Marathon Bidik Status Karbon Netral pada 2030
Maybank Indonesia memaparkan hasil analisis jejak karbon dari ajang Maybank Marathon 2025. Paparan data tersebut disampaikan dalam acara Sustainabili-Tea Session yang berlangsung di Senayan, Jakarta.
Seperti dilansir dari Bola, pengukuran ini dilakukan bersama platform Jejakin. Hasilnya menunjukkan baseline emisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan ajang tersebut mencapai 4.336 ton karbondioksida ekuivalen.
Penghitungan jejak karbon menggunakan standar Carbon Neutral Protocol. Metode ini mencakup perjalanan peserta, akomodasi, penggunaan energi selama ajang, hingga sistem pengelolaan sampah.
ESG Lead Jejakin, Ramdhani, menyebutkan angka baseline berguna untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian khusus. Langkah ini menjadi dasar penyusunan strategi terukur menuju target karbon netral pada 2030.
"Angka baseline sebesar 4.336 ton CO₂e menjadi acuan agar kami mengetahui hotspot emisi yang perlu diprioritaskan. Dengan begitu, agenda keberlanjutan yang disusun ke depan memiliki dasar yang terukur untuk mencapai target karbon netral pada 2030," ujar Ramdhani.
Hasil analisis mengidentifikasi bahwa penerbangan dan akomodasi menjadi penyumbang emisi tertinggi. Tingginya angka pada sektor ini dipengaruhi oleh kedatangan para pelari dari 52 negara.
Selain sektor transportasi dan tempat menginap, pemakaian daya listrik serta penggunaan generator turut menyumbang akumulasi gas rumah kaca. Di sisi lain, pengelolaan limbah mencatatkan hasil positif.
Sekitar 99 persen sampah selama kegiatan berhasil didaur ulang atau diolah menjadi kompos. Hal ini membuat sebagian kecil sisa sampah saja yang sampai ke tempat pembuangan akhir.
Dorong Perubahan Perilaku dan Aksi Kolektif Pelari
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny, menyatakan pencapaian target karbon netral memerlukan keterlibatan aktif peserta. Langkah ini diwujudkan melalui pembiasaan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
"Jejak hijau bagi kami adalah sebuah behavior. Ketika pelari mengejar personal best, mereka juga bisa meninggalkan jejak perilaku yang positif bagi lingkungan. Mengurangi karbon dimulai dari pilihan-pilihan sederhana yang dilakukan bersama karena perubahan perilaku merupakan aksi kolektif," kata Maria Trifanny.
Peserta diimbau berkontribusi melalui beberapa cara. Di antaranya menggunakan transportasi publik atau kendaraan listrik ke lokasi lomba, memilih hotel bersertifikasi ramah lingkungan, serta memilah sampah.
Pelari juga dapat membawa botol minum isi ulang. Selain itu, mereka bisa berpartisipasi dalam skema offset karbon lewat program penanaman mangrove di Bali.
Inisiatif ini melanjutkan aksi keberlanjutan Maybank Indonesia sejak 2023. Aksi tersebut mencakup penanaman mangrove, program Run for Charity, serta peluncuran kalkulator karbon pada 2025.
Maybank Indonesia tetap mempertahankan program sosial dalam ajang marathon tersebut. Program ini meliputi kategori wheelchair, Sustainability Pavilion, serta literasi keuangan bagi 40 sekolah di sepanjang rute lomba.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow