Lawan Singapura di Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Wajib Menang
Timnas Indonesia mengemban misi berat dalam lawatan ke markas Singapura pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/9/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi penentu nasib skuad Garuda. Dilansir dari Bola, langkah pasukan John Herdman dipastikan tidak mudah karena grafik performa tuan rumah sedang menanjak.
Posisi Indonesia kini melorot ke peringkat ketiga klasemen Grup A dengan raihan enam poin setelah menelan kekalahan dari Vietnam. Sebaliknya, Singapura belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Setelah menumbangkan Kamboja dengan skor 2-1 dan Timor Leste 2-0, tim berjuluk The Lions tersebut sukses menahan imbang Vietnam tanpa gol di Hanoi.
Peluang Indonesia untuk melaju ke babak semifinal sebenarnya masih terbuka. Namun, satu-satunya syarat yang harus dipenuhi oleh Rizky Ridho dan kawan-kawan adalah memetik kemenangan penuh atas Singapura, karena hasil imbang akan langsung menghentikan langkah mereka.
Pengamat Timnas Indonesia, Aris Budi Sulistyo menilai peluang Indonesia untuk menumbangkan Singapura masih terbuka lebar. Menurutnya, komposisi materi pemain skuad Garuda secara kualitas bahkan lebih mentereng daripada tim lawan. Kendati demikian, John Herdman dituntut untuk lebih jeli dalam menyusun komposisi pemain utama. Sektor gelandang dan lini pertahanan menjadi area yang paling membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait keberadaan Marc Klok serta Jordi Amat.
"Saya melihat antara Thom Haye dan Marc Klok lebih baik jangan dimainkan bareng. Karena sama-sama tipikalnya yakni pembagi bola. Sebaiknya Thom Haye tetap sebagai starter, dan Marc Klok jadi pelapisnya untuk bisa turun di babak kedua," tutur Aris Budi Sulistyo.
Marc Klok dan Thom Haye tercatat selalu dipasang bersamaan sejak menit awal dalam tiga laga beruntun Indonesia. Pergerakan kedua pemain tengah tersebut dibantu oleh Ivar Jenner untuk menjaga kedalaman sektor gelandang.
Evaluasi Sektor Pertahanan
Beralih ke sektor belakang, Aris Budi Sulistyo menyarankan agar kerangka tiga bek yang sudah pakem sejak awal turnamen kembali diterapkan. Rizky Ridho bertindak selaku bek tengah sekaligus kapten, didampingi Sandy Walsh di sisi kanan dan Shayne Pattynama di sektor kiri. Kombinasi lini belakang tersebut terbukti sukses membawa Indonesia meraih poin penuh saat berhadapan dengan Kamboja dan Timor Leste.
Namun saat kalah dari Vietnam, terjadi perubahan posisi yang membuat koordinasi pertahanan menjadi goyah. "John Herdman perlu memikirkan lagi keputusan memainkan Jordi Amat. Sebab Singapura ini punya pemain depan yang punya speed pendek dan cepat, menurut saya Jordi Amat bisa kerepotan untuk menutup pergerakan lawan," terang Aris Budi Sulistyo.
Mantan pelatih Persik Kediri dan Persis Solo tersebut menambahkan bahwa tim kepelatihan masih memiliki opsi lain untuk mempertahankan stabilitas pertahanan. Pilihan terbaik adalah kembali memasang trio Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama secara bersamaan.
"Masih banyak pilihan lain untuk tetap memainkan Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama untuk turun bersama lagi di jantung pertahanan," tutur Aris Budi Sulistyo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow