La Liga Tolak Terapkan Aturan Vinicius di Musim 2026/2027
La Liga memastikan tidak akan menerapkan aturan yang dikenal sebagai "Aturan Vinicius" pada musim 2026/2027, meskipun aturan tersebut sempat diuji coba oleh FIFA di Piala Dunia 2026, dilansir dari Bola.
Keputusan ini diambil dalam rapat pramusim Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA), yang memilih untuk mengikuti pedoman UEFA dan fokus pada upaya memberantas praktik mengulur waktu selama pertandingan.
Dengan keputusan tersebut, pemain di La Liga tidak akan otomatis mendapat kartu merah hanya karena menutupi mulut saat beradu argumen dengan lawan di lapangan.
Aturan ini muncul setelah insiden yang melibatkan Vinicius Junior dari Real Madrid pada laga Liga Champions melawan Benfica pada 17 Februari 2026. Vinicius menuduh gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan ujaran rasial, namun tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan karena Prestianni berbicara sambil menutupi mulutnya.
FIFA kemudian menguji aturan baru yang memberikan kartu merah otomatis kepada pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan. Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah berdasarkan aturan ini pada Piala Dunia 2026.
Namun, Presiden CTA, Fran Soto, menilai aturan tersebut masih menyisakan persoalan pembuktian yang belum meyakinkan untuk diterapkan di kompetisi domestik Spanyol.
"Membiarkan sebuah tim bermain dengan 10 pemain tanpa memiliki bukti yang jelas apakah ia benar-benar mengucapkannya atau tidak. Kami harus melihat apakah perilaku seperti ini bisa dilawan dengan cara tersebut atau melalui langkah-langkah lain," ujar Soto kepada Diario AS, dikutip dari SI.
"Dengan keputusan tersebut, pemain di kompetisi Spanyol tidak akan dikenai sanksi pertandingan hanya karena menutupi mulut saat berbicara atau beradu argumen di atas lapangan," tambahnya.
Selain menolak aturan tersebut, Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang uji coba sejumlah perubahan regulasi yang bertujuan mengurangi praktik membuang waktu dan menjaga tempo pertandingan.
Menjelang musim baru, CTA memilih mengadopsi beberapa langkah yang sudah diterapkan di Premier League, termasuk usulan aturan baru bagi kiper yang berpura-pura atau melebih-lebihkan cedera untuk mengulur waktu.
Menurut Diario AS, CTA mengajukan permohonan kepada International Football Association Board (IFAB) agar saat seorang kiper menjalani perawatan medis, satu pemain outfield dari tim yang sama wajib keluar lapangan selama satu menit hingga kiper siap kembali bermain.
La Liga juga berencana menerapkan hitung mundur ketat untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang, batas waktu 10 detik untuk pergantian pemain, serta kewajiban menunggu satu menit di tepi lapangan bagi pemain yang mendapat penanganan medis sebelum kembali bertanding.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow