Jonatan Christie Kunci Tiket Final Indonesia Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan satu tempat di babak final turnamen Indonesia Open 2026. Kompetisi bergengsi level Super 1000 ini diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Tiket puncak tersebut didapatkan pemain berusia 28 tahun itu setelah menumbangkan perlawanan sengit wakil Thailand, Pakkapon Teeraratsakul.

Pertandingan semifinal yang berlangsung pada Sabtu sore WIB, 6 Juni 2026, diselesaikan melalui duel tiga gim. Seperti dikutip dari Bola, Jonatan Christie sempat kehilangan gim pertama setelah kalah dengan skor 16-21. Namun, atlet yang akrab disapa Jojo ini bangkit pada dua gim berikutnya dengan mencatatkan kemenangan telak 21-10 dan 21-12.

"Ya betul ini final pertama bagi saya di Indonesia Open. Bisa melangkah sejauh ini tentu sangat berarti bagi saya," ujar Jonatan Christie dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan.

Keberhasilan menembus partai puncak Indonesia Open 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan oleh sang pemain. Hasil positif ini sekaligus menyudahi penantian panjangnya untuk bisa berlaga di final turnamen internasional tanah air tersebut. "Saya menunggu cukup lama, saya berusaha untuk terus mencari formula yang tepat dan Puji Tuhan waktunya dikasih Tuhan untuk bermain di final tahun ini," ungkap Jonatan Christie.

Istora Gelora Bung Karno sendiri memiliki catatan historis yang manis bagi karier Jonatan Christie. Sebelum capaian ini, ia tercatat pernah merebut medali emas Asian Games 2018 serta naik podium utama di Indonesia Masters 2023. Terkait jalannya laga semifinal, Jonatan Christie mengakui ketangguhan Pakkapon Teeraratsakul yang masih berusia 21 tahun. Karakter permainan menyerang dari wakil Thailand tersebut sempat menyulitkan dirinya sejak awal laga.

"Hari ini pergerakan bola sangat cepat, dan cukup menguntungan lawan karena ia memiliki tipe permainan yang menyerang. Smash dia juga kencang saya kurang antisipasi itu dan banyak poin hilang di awal," jelas Jonatan Christie. Evaluasi strategi yang dilakukan pada gim kedua membuahkan hasil positif.

Jonatan Christie mampu mengubah pola permainan menjadi lebih menekan demi meredam agresivitas lawan. "Set kedua saya mencoba lebih agresif dan Pujin Tuhan keluar dari tekanan," tandasnya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed