Javier Tebas Kritik FIFA Terkait Penangguhan Sanksi Folarin Balogun

Smallest Font
Largest Font

Presiden La Liga Javier Tebas melayangkan kritik tajam terhadap FIFA atas penangguhan hukuman larangan bertanding penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun di Piala Dunia 2026, sebagaimana dilansir dari Bola. Tebas menilai keputusan tersebut mencerminkan sikap diam yang merusak kredibilitas tata kelola sepak bola global.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah dari wasit asal Brasil Raphael Claus pada laga melawan Bosnia dan Herzegovina pasca-peninjauan VAR. Namun, Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan sanksi larangan satu pertandingan selama 12 bulan. Kebijakan ini memungkinkan Balogun tampil saat Amerika Serikat kalah 1-4 dari Belgia di babak 16 besar.

Keputusan FIFA itu sempat memicu repons keras dari UEFA pada Senin waktu setempat, yang mengecam langkah tersebut sebagai tindakan tanpa preseden dan tidak masuk akal. Di sisi lain, CONMEBOL merilis pernyataan yang membela wasit Raphael Claus setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik kepemimpinannya, meskipun CONMEBOL tidak menyuarakan kritik resmi kepada FIFA maupun Trump yang meminta peninjauan sanksi Balogun.

Melalui akun X pribadinya, Tebas menegaskan bahwa vonis terkait penangguhan sanksi Balogun merupakan cerminan dari persoalan tata kelola yang lebih besar di tubuh FIFA.

"Yang paling buruk adalah banyak pihak di dunia sepak bola menyadari hal itu, tetapi terlalu banyak yang memilih tetap diam," tulis Tebas, Presiden La Liga.

Ia menyoroti sikap acuh para pejabat sepak bola di luar Eropa yang cenderung menghindari polemik demi kenyamanan ketimbang menyuarakan perbaikan organisasi.

"Karena diam jauh lebih nyaman daripada membela independensi, transparansi, dan tata kelola yang baik," tegas Tebas, Presiden La Liga.

Ia juga mengecam mekanisme pengambilan keputusan internal FIFA yang dinilai tertutup dan kerap mengabaikan peran liga-liga domestik sebelum proses pemungutan suara.

"Sepak bola dunia layak memiliki institusi yang bertanggung jawab, menghormati aturan, dan dikelola secara transparan, bukan melalui keputusan sepihak, berdasarkan kebijakan sendiri, dan sewenang-wenang yang mengikis kepercayaan suporter, klub, liga, serta para pemain," tegas Tebas, Presiden La Liga.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed