Ibrahima Konate Buka-Bukaan Soal Depresi Usai Kehilangan Jota dan Ayah
Dunia sepak bola profesional sering kali dinilai sebagai panggung megah yang penuh dengan kemewahan dan kegembiraan. Namun, di balik gemerlap lampu stadion dan sorak-sorai penonton, terdapat sisi kelam yang jarang terlihat, sebuah ruang sunyi di mana seorang atlet harus bertarung melawan kedukaan yang mendalam dan kesehatan mental yang runtuh.
Bek Liverpool, Ibrahima Konate, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami depresi setelah kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya dalam rentang waktu yang berdekatan, yakni rekan setimnya, Diogo Jota, dan sang ayah, Hamady Konate. Penyerang Timnas Portugal, Diogo Jota, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada Juli tahun lalu bersama adiknya, Andre Silva. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Januari 2026, ayah Konate wafat setelah lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Dua kehilangan tersebut memberikan dampak besar terhadap kehidupan pribadi maupun performa Konate di lapangan pada musim terakhirnya bersama Liverpool.
Dalam wawancara dengan radio France Inter, bek Timnas Prancis itu berbicara terbuka mengenai kondisi mental yang dialaminya selama periode sulit tersebut.
Bagi seorang pesepak bola papan atas, mengakui kerapuhan emosional di depan publik bukanlah perkara mudah. Ada stigma tebal yang mengakar kuat di kalangan suporter dan masyarakat umum bahwa tumpukan materi bisa menjadi penawar bagi segala bentuk kesedihan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow