Harga Emas Dunia Ambles 12 Persen Sepanjang Juni 2026 Catat Penurunan Bulanan Terburuk

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia hari ini Rabu (1/7/2026) bersiap menghadapi tekanan lanjutan setelah menutup bulan Juni dengan performa negatif yang signifikan. Nilai komoditas logam mulia ini dilaporkan anjlok lebih dari 10 persen akibat sentimen pasar global yang kurang mendukung.

Berdasarkan data perdagangan komoditas komparatif, harga emas di pasar spot terpantau ambles sebesar 12,7 persen sepanjang bulan Juni 2026. Catatan ini menandai penurunan bulanan keempat secara berturut-turut yang dialami oleh emas dunia.

Kemerosotan tajam ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku pasar komoditas. Penurunan bulanan sepanjang periode tersebut bahkan diperkirakan menjadi yang terbesar sejak Oktober 2008 silam.

Tidak hanya dalam hitungan bulan, penurunan performa emas global ini juga merusak tren jangka panjang. Berdasarkan laporan dari Kontan, harga emas mencatat penurunan kuartalan pertama sejak tahun 2024.

Penurunan kinerja kuartalan kali ini sekaligus menjadi yang terbesar sejak kuartal yang berakhir pada Juni 2013. Secara akumulatif, harga emas dunia sudah merosot hampir 7 persen sepanjang tahun berjalan (year-to-date) hingga akhir Juni 2026.

Sebagai data pembanding riil, pada penutupan Senin (29/6/2026), harga emas spot sempat bertengger di level USD 4.015,21 per troy ons. Angka itu sejatinya telah melemah 1,8 persen setelah sempat naik 2,2 persen pada dua hari sebelumnya.

Memasuki perdagangan Selasa (30/6/2026), posisi harga emas di bursa Kitco tercatat berada di kisaran USD 4.024,3 sampai USD 4.026,3 per troy ons pada pukul 17.00. Untuk kontrak pengiriman Agustus 2026, harga emas berjangka berada di level USD 3.969,3 per troy ons.

Penyebab Emas Dunia Anjlok dan Analisis Pasar

Berdasarkan data ekonomi makro yang dilansir dari IDN Financials, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga global menjadi penyebab emas dunia anjlok. Kondisi ekonomi ini membuat daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia menjadi berkurang di mata para investor.

Secara teknikal, pergerakan emas dunia saat ini dilaporkan sedang berada di zona bearish yang cukup kuat. Indikator pasar menunjukkan tekanan jual masih mendominasi lantai bursa komoditas global.

Indikator Teknikal Posisi Bearish

Menurut analisis teknikal dari Bloomberg Technoz, posisi melemah ini diperkuat oleh beberapa indikator teknis utama pada penutupan pasar akhir bulan lalu.

  • Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35, yang berarti di bawah batas netral 50 dan menegaskan posisi bearish.
  • Indikator Stochastic RSI 14 hari berada di posisi 29, yang mengonfirmasi bahwa emas tengah menghuni area jual (short) yang kuat.
  • Pivot point harian emas berada di level USD 4.067 per troy ons, dengan target support terdekat yang krusial pada level USD 4.012 per troy ons.
Harga Emas Kembali Melemah Hari ini | KONTAN TV

Jika tren penurunan menembus titik support, harga emas diproyeksikan dapat tertekan lebih dalam. Sebaliknya, posisi resisten terdekat berada di kisaran USD 4.080 hingga USD 4.101, dengan target optimistis pada level USD 4.113 per troy ons.

Perbandingan Harga Emas Berdasarkan Periode Waktu

Untuk mempermudah pemetaan situasi pergerakan pasar, berikut adalah rangkuman data pergerakan nilai emas dunia berdasarkan perkembangan perdagangan terbaru.

Tabel Pergerakan Nilai Emas Dunia Juni 2026
Waktu PerdaganganNilai Emas (per Troy Ons)Persentase Perubahan
Senin, 29 Juni 2026USD 4.015,21Turun 1,8%
Selasa, 30 Juni 2026 (Pagi)USD 3.956,92Turun 1,5%
Selasa, 30 Juni 2026 (Sore)USD 4.024,3 – USD 4.026,3Turun tipis 0,01%
Akumulasi Juni 2026Turun 12,7%

Situasi pergerakan nilai komoditas global ini terus memicu pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apakah sekarang waktu yang tepat beli emas. Pelaku pasar domestik juga masih mencermati perkembangan geopolitik luar negeri dan arah kebijakan ekonomi bank sentral Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan finansial.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Laporan dari Treasury mengonfirmasi bahwa pergerakan nilai logam mulia domestik akan sangat bergantung pada hasil akhir penutupan pasar spot global pekan ini. Perubahan harga komoditas dalam negeri biasanya akan merefleksikan konversi nilai kurs rupiah terhadap fluktuasi indeks dolar AS.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed