Harga Cabai Rawit Merah Anjlok Rp6800 per Kilogram Pagi Ini
Harga sembako hari ini Jumat, 26 Juni 2026 mencatatkan penurunan signifikan pada sektor sayur-mayur, khususnya komoditas cabai rawit merah yang merosot hingga Rp6.800 per kilogram. Penurunan ini memberikan angin segar bagi para konsumen di berbagai daerah setelah beberapa pekan sebelumnya sempat bertahan di angka yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dihimpun hingga Kamis, 25 Juni 2026 pukul 11.30 WIB, pergerakan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran menunjukkan tren yang bervariasi. Sebagian besar kelompok komoditas bumbu dapur mengalami penurunan massal, sementara kelompok beras dan beberapa jenis bawang terpantau stagnan cenderung naik.
Penurunan harga paling tajam terjadi pada kelompok cabai rawit merah secara nasional. Komoditas ini sekarang dibanderol seharga Rp70.400 per kilogram, setelah mengalami penurunan sebesar 8,81 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Langkah penurunan ini juga diikuti oleh jenis cabai lainnya secara serempak. Cabai merah besar kini menyentuh angka Rp54.300 per kilogram setelah turun Rp3.550 atau sekitar 6,14 persen. Sementara itu, untuk cabai rawit hijau dan cabai merah keriting juga kompak melemah di pasar domestik.
Masyarakat yang kerap mencari informasi mengenai "harga cabai terbaru" kini dapat memanfaatkan momentum penurunan ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian mereka. Penurunan serempak kelompok cabai ini ditengarai akibat melimpahnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi yang sedang memasuki masa panen raya.
Berikut adalah tabel pergerakan harga komoditas pangan utama secara nasional berdasarkan pembaruan data terkini:
| Nama Komoditas | Harga Hari Ini (per Kg) | Nominal Perubahan | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp70.400 | -Rp6.800 | -8,81% |
| Cabai Merah Besar | Rp54.300 | -Rp3.550 | -6,14% |
| Cabai Rawit Hijau | Rp52.550 | -Rp2.550 | -4,63% |
| Cabai Merah Keriting | Rp53.600 | -Rp1.950 | -3,51% |
| Bawang Merah Ukuran Sedang | Rp51.350 | -Rp2.500 | -4,64% |
| Bawang Putih Ukuran Sedang | Rp43.450 | +Rp3.000 | +0,70% |
| Beras Kualitas Medium I | Rp16.300 | Rp0 | 0,00% |
| Beras Kualitas Bawah I | Rp14.650 | Rp0 | 0,00% |
Perkembangan Harga Bawang dan Beras Sekarang
Selain kelompok cabai, kelompok bawang juga memperlihatkan dinamika yang menarik. Harga bawang merah ukuran sedang dilaporkan turun sebesar 4,64 persen atau setara Rp2.500, sehingga saat ini posisinya berada di angka Rp51.350 per kilogram.
Kondisi berbeda justru terjadi pada komoditas bawang putih ukuran sedang. Harga komoditas ini merangkak naik sebesar 0,7 persen atau bertambah Rp3.000, yang membuatnya bertahan di level Rp43.450 per kilogram di pasaran.
Untuk kelompok beras, pergerakan harga terpantau jauh lebih stabil tanpa adanya fluktuasi yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Informasi mengenai "harga beras sekarang" menunjukkan bahwa beras kualitas medium I masih tertahan di angka Rp16.300 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah I stabil pada harga Rp14.650 per kilogram.
Stabilitas harga beras ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah adanya gejolak fluktuasi pada komoditas bumbu dapur lainnya. Pemerintah melalui kementerian terkait terus memantau distribusi beras guna mencegah kelangkaan pasokan di pasar-pasar induk retail domestik.
Kondisi Pasar di Sejumlah Daerah
Melihat cakupan wilayah regional, pergerakan harga kebutuhan pokok ini tersebar secara fluktuatif di beberapa provinsi. Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, seperti Banten dan Jawa Tengah, melaporkan kondisi pergerakan pasokan yang turut memengaruhi harga eceran tertinggi di tingkat pasar tradisional lokal.
Berdasarkan laporan harian dari data Kompas, fluktuasi harga sembako hari ini sangat bergantung pada kelancaran jalur logistik antarpulau serta kondisi cuaca di area pertanian regional. Penurunan kelompok cabai ini diharapkan terus bertahan hingga beberapa pekan ke depan demi menjaga stabilitas inflasi pangan di tingkat nasional.
Sejumlah asosiasi pedagang pasar tradisional menyebut bahwa ketersediaan barang yang melimpah menjadi faktor utama yang menekan harga jual ke tingkat konsumen. Fluktuasi ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga untuk terus memperbarui informasi belanja harian mereka secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow