Gubernur Gorontalo Ungkap Dinamika Penetapan Tuan Rumah PENAS XVII
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membeberkan proses panjang di balik penetapan wilayahnya sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang sempat terancam dialihkan ke Papua, dalam konferensi pers di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Dilansir dari Ulanda, status Gorontalo sebagai penyelenggara ajang nasional tersebut dipenuhi ketidakpastian hingga menjelang akhir tahun 2025. Persaingan ini melibatkan empat provinsi kandidat yang muncul sejak PENAS XVI di Padang pada tahun 2023, yaitu Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, dan Gorontalo.
“Prosesnya panjang dan penuh dinamika. Banyak yang tidak mengetahui bahwa kita sempat berada pada posisi yang tidak aman,” kata Gusnar.
Penundaan Surat Keputusan Menteri Pertanian hingga Desember 2025 memicu munculnya gagasan pemindahan lokasi ke Papua demi mendukung program strategis Food Estate di Indonesia timur. Gusnar menjelaskan bahwa validasi dari pemerintah pusat sengaja menunggu hasil Pilkada 2024.
“Dugaan saya, pusat sengaja menunggu hasil Pilkada 2024 terlebih dahulu,” ujar Gusnar.
Pemerintah Provinsi Gorontalo kemudian merespons wacana pengalihan tersebut secara aktif karena khawatir kesempatan mengenalkan potensi pertanian dan perikanan daerah akan hilang akibat keputusan administratif.
“Waktu itu ada kecenderungan pemikiran agar PENAS ini dipindahkan ke Papua untuk mendukung program Food Estate yang sedang dibangun di sana,” kata Gusnar.
Langkah aktif diambil lewat dialog intensif dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) serta kementerian terkait guna mempertahankan posisi Gorontalo.
“Di situlah terjadi berbagai upaya dari kita semua agar PENAS tidak dialihkan. Saya memberanikan diri membuka dialog, baik dengan KTNA maupun pihak kementerian, demi mempertahankan PENAS XVII ini tetap dilaksanakan di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Setelah serangkaian negosiasi, pemerintah pusat akhirnya mengeluarkan keputusan resmi pada akhir tahun 2025 yang mengunci status daerah tersebut sebagai penyelenggara.
“Alhamdulillah, pada Desember 2025, kita yang akhirnya ditetapkan,” kata Gusnar.
Pemerintah Provinsi Gorontalo langsung mengumumkan pencanangan persiapan untuk menyambut puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku sektor pangan dari seluruh penjuru Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow