Gubernur Gorontalo Sebut PENAS XVII Dongkrak Ekonomi Rp22 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat perputaran ekonomi dan dampak pembangunan mencapai puluhan miliar rupiah pasca-penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung pada 20–25 Juni.

Capaian tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu malam, 27 Juni 2026, seperti dilansir dari Ulanda.

"Yang paling penting dari PENAS bukan hanya sukses menyelenggarakan acara, tetapi manfaat yang ditinggalkan setelah kegiatan berakhir. Dan manfaat itu sudah mulai dirasakan masyarakat," kata Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Pemerintah daerah memperoleh tambahan anggaran pusat sebesar Rp13,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur publik, yang dialokasikan sebanyak Rp11 miliar untuk ruas jalan dan Rp2,3 miliar untuk rehabilitasi Sport Center Limboto.

"Semua ini merupakan manfaat yang ditinggalkan setelah PENAS. Ada infrastruktur yang dibenahi dan ada fasilitas umum yang diperbaiki," ujar Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Sektor jasa dan akomodasi mencatat perputaran ekonomi hingga Rp15 miliar dari kedatangan peserta, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membukukan transaksi sebesar Rp1,157 miliar selama lima hari acara, sehingga total nilai ekonomi mencapai Rp22,037 miliar.

"Yang bergerak bukan hanya sektor perhotelan. UMKM, transportasi, kuliner, dan masyarakat secara umum juga merasakan manfaatnya," kata Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Sektor pariwisata turut terdongkrak melalui objek wisata hiu paus yang dikunjungi 3.310 wisatawan selama enam hari pelaksanaan PENAS dan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp355 juta.

"Destinasi hiu paus mendapat perhatian luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan pariwisata Gorontalo ke depan," ujarnya Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Selain itu, Gorontalo mendapat bantuan Rp1,2 miliar dari Kementerian Perhubungan untuk armada bus serta program hilirisasi komoditas kelapa, kakao, dan tebu dari pemerintah pusat senilai Rp105,28 miliar.

"Manfaat pasca-PENAS sangat besar, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Kita tidak hanya memperoleh dampak ekonomi sesaat, tetapi juga mendapatkan berbagai program yang akan mempercepat pembangunan daerah," kata Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Dampak positif ini juga mencakup rehabilitasi sejumlah objek wisata di Kabupaten Gorontalo yang memperkuat kapasitas daerah dalam menyelenggarakan acara skala besar.

"PENAS XVII bukan garis akhir. Justru ini adalah titik awal untuk mendorong pengembangan Gorontalo secara berkelanjutan di masa depan," ujarnya Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed