Gianni Infantino Hadapi Desakan Mundur dari Jabatan Presiden FIFA

Smallest Font
Largest Font

Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA dilaporkan mulai menghadapi tekanan berat setelah munculnya rentetan kontroversi selama pergelaran Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Bola. Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa jabatan Infantino kini berada dalam ancaman nyata menjelang pemilihan presiden FIFA yang akan datang. Salah satu kontroversi yang paling menyita perhatian publik adalah keputusan FIFA untuk mengizinkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, bermain melawan Belgia meskipun sebelumnya mendapatkan kartu merah.

Keputusan tersebut memicu dugaan adanya intervensi luar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku ikut campur dalam menangani kasus tersebut.

Kondisi ini kemudian memicu gelombang desakan agar Infantino segera meletakkan jabatannya sebagai pemimpin tertinggi badan sepak bola dunia tersebut. Legenda Timnas Inggris, Gary Lineker, bahkan ikut memberikan komentar tajam mengenai situasi panas ini.

"tidak dapat dipertahankan" Menurut laporan TalkSport yang dikutip Give Me Sport, gelombang dukungan di antara federasi anggota UEFA kini semakin menguat untuk mengusung kandidat baru guna menantang Infantino.

Sebelumnya, pada April lalu, Infantino sempat menyatakan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan berharap tidak ada penantang yang maju. Namun, kontroversi terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun membuat banyak pihak di internal UEFA merasa sangat tidak puas. UEFA bahkan sempat mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat keras terhadap situasi tersebut.

"melewati garis merah"

Laporan yang sama juga mengutip pernyataan dari seorang sumber senior di dunia sepak bola mengenai kondisi internal sang presiden. "Kekuatan Infantino telah memudar. Kini dia sangat terisolasi dan akan menjadi presiden yang kehilangan pengaruh," ujar sumber tersebut. Meskipun Infantino memiliki pembelaan bahwa ia tidak terlibat secara langsung, sorotan tajam tetap mengarah kepadanya.

Sebab, laporan menyatakan bahwa keputusan penangguhan hukuman Balogun diambil sepenuhnya oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al Kamali.

Situasi pelik ini membuat sejumlah federasi di bawah naungan UEFA mulai mempertimbangkan nama-nama alternatif untuk maju dalam bursa pemilihan. Pemilik Legia Warsawa, Dariusz Mioduski, kini muncul sebagai salah satu kandidat awal yang mulai diperhitungkan oleh banyak pihak.

Pengacara asal Polandia yang berusia 62 tahun itu dikabarkan menjadi nama yang mulai dibahas oleh federasi sepak bola Bosnia dan Herzegovina, Norwegia, Swedia, Jerman, serta Spanyol. Di sisi lain, Presiden UEFA Aleksander Ceferin dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni untuk maju bertarung.

Namun, Ceferin disebut-sebut lebih memilih untuk tetap memimpin UEFA dan tidak berniat untuk berhadapan langsung dengan Infantino. Laporan itu juga menambahkan bahwa beberapa federasi UEFA, termasuk Belgia dan Polandia, siap memberikan dukungan kepada Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi. Akan tetapi, Nasser Al Khelaifi dikabarkan tidak memiliki ambisi pribadi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan tersebut.

Sementara itu dari luar lingkaran UEFA, Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe juga disebut sebagai figur yang berpeluang menjadi penerus Infantino.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed