Maju Musda Demokrat Gorontalo, Erwin Ismail Tegaskan Niat Pengabdian

Smallest Font
Largest Font

Musyawarah Daerah V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo menjadi panggung konsolidasi internal menjelang agenda politik menuju Pemilu 2029. Forum ini diselenggarakan di Hotel Fox Gorontalo pada Minggu, 5 Juli 2026. Seperti dikutip dari Ulanda, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, menyampaikan pidato pembukaan yang menekankan arah baru kepemimpinan partai.

Ia menyatakan bahwa keputusannya untuk kembali mencalonkan diri bukan karena ambisi jabatan. Langkah tersebut diambil demi melanjutkan kontribusi politik yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Bagi dirinya, posisi di struktur partai merupakan amanah besar dalam memperjuangkan kesejahteraan publik.

"Saya ingin menegaskan di hadapan forum yang mulia ini bahwa niat saya untuk kembali maju sebagai Ketua Partai Demokrat Provinsi pada Musda kelima ini bukanlah niat untuk mempertahankan kekuasaan. Saya merasa masih banyak tantangan di depan mata yang belum selesai dan saya ingin menggunakan kendaraan Partai Demokrat ini untuk pengabdian yang lebih panjang," kata Erwin.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo tersebut turut mengajak para kader untuk merefleksikan perjalanan organisasi. Terlebih lagi, Partai Demokrat kini telah memasuki usia ke-25 tahun dalam kancah politik nasional. Erwin mengingatkan masa-masa sulit saat kepercayaan masyarakat terhadap partai sempat menurun. Menurutnya, situasi itu menjadi pelajaran penting agar seluruh kader bekerja lebih keras secara nyata di lapangan.

"Demokrat pernah berada dalam situasi yang tidak mudah. Tetapi dari proses itulah kita belajar bahwa kepercayaan masyarakat hanya bisa diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan politik," ujarnya. Ia menyebut hasil Pemilu 2024 sebagai indikator positif pembenahan internal. Keberhasilan Demokrat berkoalisi dengan Partai Golkar dan Gerindra dalam memenangkan pasangan calon gubernur menjadi bukti pulihnya kepercayaan publik di Gorontalo.

Kendati demikian, Erwin mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat pengurus maupun kader lekas berpuas diri. Tantangan politik pada tahun-tahun mendatang dinilai akan semakin kompleks. Fungsi utama partai politik menurutnya harus dikembalikan sebagai instrumen kesejahteraan, baik melalui jalur legislatif maupun eksekutif.

Orientasi kader diharapkan tetap tertuju pada kemaslahatan masyarakat luas. "Partai politik adalah alat transportasi untuk mengabdi kepada masyarakat, baik di pemerintahan eksekutif maupun legislatif. Kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama perjuangan kita," katanya.

Dalam dinamika Musda, Erwin mengimbau seluruh peserta agar tetap menjaga persatuan. Perbedaan pandangan politik dimaknai sebagai hal lumrah yang harus dihadapi secara bijak tanpa merusak soliditas organisasi.

"Jadikan Musda ini bukan sekadar forum pemilihan ketua, melainkan forum perenungan bersama tentang untuk apa sesungguhnya kita berpartai. Bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk mengabdi kepada masyarakat," ujar Erwin. Kekompakan internal dipandang sebagai modal krusial demi mempertahankan sekaligus menaikkan perolehan suara partai pada Pemilu 2029 kelak.

Seluruh elemen partai diminta memperkuat barisan pengurus. "Mari kita bergandengan tangan menghadapi tantangan hingga 2029. Apa pun hasil Musda ini, Demokrat harus tetap menjadi rumah besar yang memperjuangkan kepentingan rakyat," katanya.

Secara keseluruhan, Musda V ini menjadi bagian dari program konsolidasi nasional Partai Demokrat. Agenda utama forum ini berfokus pada penentuan struktur kepemimpinan tingkat provinsi dan penyusunan strategi pemenangan jangka panjang.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed