DPRD Bone Bolango Soroti Pengadaan Sapi Rp10 Miliar
Komisi II DPRD Kabupaten Bone Bolango menyoroti lambatnya progres pelaksanaan program pemerintah daerah serta simpang siur informasi pengadaan sapi bernilai Rp10 miliar pada Selasa (4/8/2026). Dilansir dari Ulanda, evaluasi tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah. Ketua Komisi II DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji, menjelaskan bahwa rapat digelar untuk memastikan seluruh program anggaran daerah berjalan sesuai target.
Pembahasan utama tertuju pada pengadaan sapi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Dinas Peternakan dan Pertanian. Proses pengadaan ternak tersebut dilaporkan telah memasuki tahap kontrak dan pengiriman. Namun, legislator menemukan ketidaksesuaian informasi mengenai daerah asal pengadaan sapi yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
Dalam rapat tersebut, Dinas Peternakan menyebutkan bahwa penyedia mengontrak sapi dari Sulawesi Tenggara. Pernyataan ini berbeda dengan keterangan Asisten II pada rapat sebelumnya bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang menyebut sapi berasal dari Sumbawa.
Perbedaan informasi ini menjadi perhatian kami karena sesuai ketentuan, pengadaan sapi seharusnya berasal dari daerah penghasil bibit, kata Sofyan Wahidji, Ketua Komisi II DPRD Bone Bolango. Pihak dinas sejatinya telah melakukan pengambilan sampel di Sumbawa, Bima, dan Makassar. Meski demikian, pihak penyedia justru merealisasikan pengadaan ternak dari wilayah Sulawesi Tenggara.
DPRD Bone Bolango selanjutnya melimpahkan pendalaman pengadaan ini kepada Komisi III selaku mitra kerja dinas terkait. Selain itu, pemerintah daerah diminta mempercepat realisasi APBD 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow