Divaldo Alves Resmi Latih Klub Angola GD Interclube

Smallest Font
Largest Font

Mantan pelatih Persik Kediri Divaldo Alves resmi ditunjuk sebagai arsitek baru klub kasta tertinggi Liga Angola, GD Interclube, pada Kamis (25/6/2026). Penunjukan juru taktik asal Portugal tersebut menandai petualangan barunya di benua Afrika setelah sempat menangani klub Indonesia pada musim 2025/2026, seperti dilansir dari Bola.

Sebelum berlabuh ke Angola, Divaldo sempat melatih PSBS Biak di awal musim dan kemudian memimpin Persijap Jepara pada paruh kedua BRI Super League. Interclube sendiri merupakan salah satu tim besar dalam kompetisi Girabola yang memiliki sejarah panjang, fasilitas memadai, serta struktur organisasi yang dinilai sangat baik.

"Di sini so far so good. Interclube adalah klub besar di sini, klub yang sudah pernah juara. Mereka punya struktur bagus. Klub ini milik polisi Angola, mereka yang punya," ujar Divaldo Alves, Pelatih GD Interclube pada Selasa (30/6/2026).

Manajemen klub memberikan target realistis kepada Divaldo untuk membawa tim kembali ke jalur juara dengan finis di posisi tiga besar pada musim pertama. Pelatih berusia 47 tahun tersebut diikat dengan kontrak berdurasi satu tahun dan memiliki opsi perpanjangan otomatis jika berhasil memenuhi target.

"Andai tidak juara tapi tetap di atas, di top 3 lah minimal. Ya tahun kedua, fokus kejar juara. Tapi kalau bisa juara piala atau apa, mereka pasti bahagia sekali," sambung Divaldo Alves, Pelatih GD Interclube.

Divaldo menambahkan bahwa proses adaptasi dan pembangunan kekuatan tim membutuhkan waktu serta persiapan matang pada tahun pertama sebelum mengejar target juara sepenuhnya di tahun kedua.

"Berarti itu butuh proses, perlu waktu dan objektif pertama, mungkin persiapan dan kekuatan tim untuk tahun pertama. Terus nanti tahun kedua, juara seperti yang saya bilang. Tapi kalau bisa ya," ucap Divaldo Alves, Pelatih GD Interclube.

Dalam memimpin tim barunya, Divaldo juga memboyong mantan video analis Persik Kediri, Zulfikar Firmansyah, yang dinilai memiliki potensi besar serta pemahaman taktik yang baik.

"Saya bawa satu orang Indonesia, analis, Zulfikar. Saya sudah kerja sama dia di Persik. Dia punya potensi besar untuk kerja di sepak bola Eropa. Dia pintar, orang yang paham semua yang saya minta," puji Divaldo Alves, Pelatih GD Interclube.

Zulfikar sendiri memiliki rekam jejak mentereng di Indonesia karena pernah bekerja bersama Nova Arianto di Timnas Indonesia U-16, Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-22, serta klub lokal seperti Persik dan Mataram Utama.

"Saya bawa Zulfikar untuk kasih kesempatan. Apalagi saya juga enggak bisa lupa bahasa Indonesia. Saya juga bawa satu orang manajer dan asisten dari Portugal, dia sudah pernah kerja sama saya," imbuh Divaldo Alves, Pelatih GD Interclube.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed