Cesc Fabregas Dukung Roberto Mancini Kembali Latih Timnas Italia

Smallest Font
Largest Font

Kembalinya Roberto Mancini ke kursi pelatih Timnas Italia mendapat sambutan positif dari pelatih Como, Cesc Fabregas. Keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat.

Fabregas menilai Mancini sebagai sosok juru taktik berkualitas yang memegang rekam jejak pemenang, baik saat menangani klub maupun di tingkat internasional, sebagaimana dilansir dari Bola.

Penunjukan ini terjadi tiga tahun setelah Mancini meninggalkan Gli Azzurri demi menerima pinangan Timnas Arab Saudi. Langkah FIGC tersebut sempat menuai perdebatan di publik.

Sejumlah nama beken seperti Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, hingga Andrea Pirlo sempat dikaitkan dengan posisi juru taktik Italia. Sebagian pihak bahkan menganggap penunjukan kembali Mancini sebagai sebuah kemunduran.

Meski begitu, Fabregas memiliki penilaian tersendiri terhadap sosok pelatih berumur 61 tahun itu. Ia mengaku sudah mengagumi kinerja Mancini sejak juru taktik tersebut mengarsiteki Manchester City di Premier League.

Pengalaman berdiskusi secara langsung semakin menguatkan pandangan mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu. Mancini dinilai sebagai sosok tegas yang konsisten menyajikan skema permainan menarik.

"Saya selalu menyukai Mancini. Saya mengikuti kiprahnya sejak di Manchester City," ujar Fabregas dalam konferensi pers.

"Saya beberapa kali berbicara dengannya. Dia adalah seorang pemenang, pelatih yang menuntut standar tinggi, dan memainkan sepak bola yang bagus." kata Fabregas.

"Dia sudah membuktikannya ketika membawa Italia menjuarai Piala Eropa. Saya sangat senang untuknya," ujar mantan kapten Arsenal tersebut.

Dukungan besar Fabregas didasari oleh rekam jejak prestasi Mancini. Bersama Timnas Italia, Mancini berhasil menyembuhkan dahaga gelar dengan menjuarai Euro 2020 pada 2021.

Namun, perjalanan Mancini tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat mendapat sorotan tajam setelah Gli Azzurri gagal melenggang ke putaran final Piala Dunia 2022 akibat kekalahan dari Makedonia Utara di fase play-off.

Di ranah klub, rekam jejak trofi Mancini tercatat cukup mentereng. Ia sukses mengamankan tiga trofi Serie A, empat gelar Coppa Italia, serta dua Piala Super Italia sewaktu menukangi Inter Milan.

Saat membesut Manchester City, Mancini menghentikan puasa gelar liga klub tersebut selama 44 tahun dengan menjuarai Premier League 2011/2012. Ia turut mempersembahkan satu trofi Piala FA untuk klub asal Inggris tersebut.

Karier kepelatihannya terus berlanjut dengan raihan gelar Piala Turki bersama Galatasaray, sebelum akhirnya membawa Al Sadd mengamankan trofi Liga Qatar.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed