Andrea Pirlo Batal Menjadi Pelatih Timnas Italia Usai Dihapus FIGC

Smallest Font
Largest Font

Legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo, dipastikan batal menduduki kursi pelatih Timnas Italia setelah namanya dicoret dari bursa pencarian suksesor Gennaro Gattuso, sebagaimana dilansir dari Bola. Pencoretan ini terjadi akibat kontroversi kerja sama komersialnya yang bertentangan dengan regulasi di Italia.

Sebelumnya, Pirlo menjadi kandidat terkuat untuk memimpin skuad Azzurri usai mendapat dukungan dari Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini dan penasihat Leonardo. Peluang mantan pemain AC Milan tersebut sempat terbuka lebar lantaran dua nama besar lainnya, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, telah menolak tawaran dari pihak federasi.

Namun, langkah sosok berusia 47 tahun itu terhenti akibat polemik keterlibatannya sebagai duta global sebuah perusahaan taruhan luar negeri. Isu tersebut memicu perdebatan hukum serta politik yang meluas hingga membuat pihak federasi menyegel keputusan untuk tidak melanjutkannya sebagai kandidat pelatih kepala.

Merespons dinamika yang berkembang, Pirlo mengonfirmasi bahwa dirinya resmi keluar dari pencalonan pelatih tim nasional usai sempat memilih bungkam dari publik.

"Demi menghormati lembaga, federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk posisi pelatih kepala timnas Italia, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa poin," tulis Pirlo.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan komersial yang dipersoalkan publik murni bentuk kerja sama profesional sewaktu dirinya berkarier di Uni Emirat Arab, sekaligus membantah tuduhan adanya kepentingan politik di balik polemik tersebut.

"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan mengenai nama saya dan kemungkinan saya mengambil peran sebagai pelatih kepala timnas Italia," kata Pirlo.

Keputusan pembatalan ini menempatkan federasi dalam situasi untuk segera mencari figur baru guna mengisi posisi pelatih kepala Timnas Italia selanjutnya.

"Sangat disayangkan bahwa keputusan yang didasarkan pada alasan olahraga dengan cepat diseret ke dalam debat publik yang akhirnya mengaitkan motif dan niat kepada nama yang tidak pernah ada. Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu," tegas Pirlo.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed