Bulog Awasi Ketat Distribusi Minyak Kita di Gorontalo

Smallest Font
Largest Font

Direktur Utama Perum Bulog Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, memantau langsung ketersediaan bahan pokok dan mengawasi ketat jalur distribusi minyak goreng bersubsidi Minyak Kita di Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Senin, 22 Juni 2026.

Langkah peninjauan langsung ke lapangan ini dilakukan menjelang pelaksanaan puncak PENAS XVII Gorontalo 2026, seperti dilansir dari Ulanda. Melalui kegiatan tersebut, pihak Bulog memastikan harga pangan tetap stabil sekaligus memberikan peringatan tegas terhadap potensi penyelewengan distribusi minyak goreng program pemerintah.

Dalam pelaksanaan sidak tersebut, jajaran manajemen Bulog didampingi oleh Pimpinan Cabang La Ode Sulaiman serta perwakilan Dinas Perdagangan Kota Gorontalo Haryono Suronoto. Pasar Sentral Gorontalo sendiri merupakan salah satu bagian dari jaringan pasar pemantau inflasi dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Alhamdulillah, saya lihat harga-harga di sini relatif stabil. Mulai dari beras, minyak goreng, bawang hingga cabai masih berada pada kisaran yang terkendali," kata Rizal kepada wartawan di sela sidak.

Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tipe medium terpantau dijual senilai Rp60 ribu per lima kilogram, sedangkan varian premium berada pada angka Rp14.900 per kilogram. Meski demikian, komoditas daging sapi mengalami kenaikan nilai jual hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram.

"Kenaikan ada pada daging, tetapi secara umum situasi harga pangan di Pasar Sentral Gorontalo masih cukup baik dan terkendali," ujar Rizal.

Fokus utama pengawasan Bulog kemudian diarahkan pada kepatuhan pedagang dalam menjual komoditas Minyak Kita agar tidak melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan untuk konsumen.

"Minyak Kita, baik yang kemasan plastik maupun botol, isinya satu liter dan harganya Rp15.700. Itu harga yang harus diterima masyarakat," kata Rizal.

Pendistribusian produk bersubsidi ini dipastikan hanya ditujukan untuk pasar rakyat serta jaringan resmi demi mencegah terjadinya penyalahgunaan oleh saluran distribusi yang tidak sah.

"Minyak Kita beredarnya hanya di pasar rakyat, pasar SP2KP dan RPK. Bukan di minimarket, bukan di perusahaan-perusahaan lain. Tidak ada," kata Rizal.

Sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha pun disiapkan bagi para mitra penyalur atau pengecer yang kedapatan menaikkan harga sepihak di atas ketentuan pemerintah.

"Kalau ada pengecer yang mengambil barang dari Bulog lalu menjual di atas Rp15.700, izinnya akan kami cabut. Kami cari pengecer yang jujur dan benar-benar melayani masyarakat," ucap Rizal.

Upaya penertiban ini dipandang krusial agar alokasi subsidi komoditas pokok bisa berdampak langsung pada masyarakat kelas menengah ke bawah. Kehadiran Bulog di pusat perdagangan daerah diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan.

"Harapan kami, khususnya di Gorontalo, sidak ini memberikan dampak positif kepada masyarakat. Masyarakat harus yakin bahwa pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau," kata Rizal.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed