Azan Piola Imbau Warga Empati Korban Gempa NTT Saat HUT RI
Aksi kepedulian terhadap bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diserukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango, Azan Piola, di tengah semarak peringatan HUT RI ke-81 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sebagaimana dilansir dari Ulanda, bencana alam bermagnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi, tepat sehari menjelang puncak perayaan kemerdekaan Indonesia. Pusat gempa terdeteksi di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG sebelum akhirnya diakhiri. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan korban jiwa dan luka-luka, serta memaksa ribuan warga terdampak untuk mengungsi ke tempat aman.
Azan Piola menegaskan pentingnya menjaga rasa empati serta tidak melupakan penderitaan para korban bencana yang sedang berduka di wilayah timur Indonesia tersebut.
"Di tengah kemeriahan HUT RI ke-81 ini, ada saudara-saudara kita di NTT yang sedang berduka akibat gempa. Ini tidak boleh kita lupakan," kata Azan.
Penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah bersama aparat, tenaga kesehatan, dan relawan. Azan menilai momen peringatan kemerdekaan seharusnya mengandung makna kepedulian sosial yang lebih mendalam.
"Kemerdekaan bukan hanya soal kita merayakan dengan suka cita. Kemerdekaan juga tentang bagaimana kita memiliki rasa kemanusiaan, kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan rumah besar, sehingga penderitaan di satu daerah sepatutnya dirasakan juga oleh warga di daerah lainnya.
"Kalau kita berbicara tentang persatuan Indonesia, maka rasa kepedulian itu harus kita tunjukkan. Saudara kita di NTT adalah bagian dari kita. Duka mereka juga menjadi duka kita," kata dia.
Di tengah potensi bencana susulan yang dicatat BMKG mencapai ratusan kali, Azan mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi resmi dan memperkuat gotong royong, baik berupa bantuan moral maupun aksi kemanusiaan.
"Mari kita rayakan kemerdekaan dengan rasa syukur, tetapi jangan kehilangan rasa kemanusiaan. Di saat kita bersuka cita, mari kita ingat saudara-saudara kita yang sedang berduka," tutur Azan.
Proses pendataan dampak kerusakan dan penanganan penyintas bencana di lapangan hingga saat ini masih terus diperbarui oleh pihak berwenang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow