Yoyok Sukawi Ungkap Perjanjian Tertulis Terkait Kepindahan Pratama Arhan

Smallest Font
Largest Font

Mantan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengungkapkan keberadaan kesepakatan tertulis dengan bek Timnas Indonesia Pratama Arhan menyusul kepindahan sang pemain ke Persija Jakarta, Rabu (8/7/2026). Surat perjanjian tertulis tersebut ditandatangani saat Arhan dilepas ke klub Jepang pada awal tahun 2022, sebagaimana dilansir dari Bola.

Penjelasan mengenai komitmen sang pemain di masa lalu disampaikan langsung oleh Yoyok Sukawi melalui akun media sosial pribadinya demi meluruskan perdebatan yang berkembang di masyarakat.

"Hari ini saya akan menjawab pertanyaan dulur-dulur yang masuk melalui DM terkait perpindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta," tulis Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Mantan pimpinan tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut menegaskan dukungan penuhnya bagi karier internasional Arhan, namun menyertakan syarat mutlak jika sang pemain kembali ke tanah air.

"Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis yang isinya menyebutkan bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri," tutur Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Pihak manajemen PSIS pada masa itu merelakan kepergian sang pemain bertahan tanpa menuntut biaya kompensasi sepeser pun demi kemajuan kariernya.

"Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun. Dan nanti apabila kontraknya di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali di Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang." ujar Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Keinginan mendalam agar pemain asal Blora tersebut kembali memperkuat tim asal Jawa Tengah itu diakui masih tersimpan di lubuk hatinya.

"Sebenarnya, dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali. Berikut saya tunjukkan surat perjanjian antara saya dengan Arhan yang ditandatangani pada 21 Januari 2022. Pada momen ini saya akan menceritakan secara singkat sejarah awal perpindahan Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy," tutur Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Sebelum merantau ke luar negeri, Arhan menjadi target buruan utama bagi banyak klub domestik Indonesia setelah penampilannya yang gemilang.

"Saat itu, Arhan telah menjelma menjadi bintang Timnas Indonesia di posisi bek kiri dan memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, fisik yang prima, kaki kiri, serta spesialis lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan," ucap Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Kendati mendapatkan tawaran nilai transfer yang menggiurkan, manajemen PSIS awalnya bersikeras untuk mempertahankan komposisi lini belakang mereka.

"Saat itu banyak tawaran transfer dari klub lokal. Namun, kami tidak akan melepasnya dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri dan Dewangga di sisi kanan." kata Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Keputusan melepas sang pemain akhirnya diambil setelah adanya pendekatan resmi dari perwakilan klub divisi kedua Liga Jepang pada waktu itu.

"Namun, ada tawaran khusus dari Tokyo Verdy melalui agen, Mr. Dusan. Akhirnya, kami bertemu di Jakarta dan menyepakati beberapa poin kesepakatan untuk transfer Arhan," ungkap Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Skema bebas transfer disetujui pihak klub demi mendukung penuh produk akademi asli mereka mencicipi atmosfer kompetisi sepak bola di Jepang.

"Pertama, Arhan akan dilepas dengan skema bebas transfer apabila benar direkrut oleh Tokyo Verdy dan akan menjadi pemain pertama binaan PSIS Semarang yang berkarier di Liga Jepang," kata Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Langkah merelakan nilai ekonomis transfer sang pemain diambil demi memberikan ruang perkembangan bagi pemain muda sekaligus kontribusi positif untuk tim nasional.

"Kedua, mengapa kami melepasnya dengan status bebas transfer? Karena klub merasa Arhan akan terus berkembang di Liga Jepang. Kami melepasnya karena memiliki misi pembinaan untuk kemajuan Timnas Indonesia." tutur Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Sebagai timbal balik dari kebijakan pelepasan gratis tersebut, disepakatilah sebuah janji lisan dan tertulis mengenai masa depan sang pemain di kancah domestik.

"Ketiga, ada kesepakatan gentleman's agreement antara Arhan dengan saya. Karena saya mendukung penuh karier Arhan tanpa meminta timbal balik berupa biaya transfer dan mendorong Arhan untuk berkarier di luar negeri, Arhan berjanji sesuai kesepakatan yang ditandatangani bahwa ia akan kembali ke PSIS apabila berkarier di Indonesia." kata Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Pernyataan penutup ini dikeluarkan demi meredam kesalahpahaman publik terkait kepindahan sang pemain ke pangkuan tim ibu kota.

"Demikian hal yang bisa saya jelaskan agar tidak terjadi kekeliruan di publik terkait perpindahan Arhan ke Persija Jakarta," ucap Yoyok Sukawi, Mantan Bos PSIS Semarang.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed