Xiaomi Mi 10T Pro di Tahun 2026 Layakkah Dibeli di Pasar Ponsel Bekas

Smallest Font
Largest Font

Xiaomi Mi 10T Pro harga dan spesifikasi tetap menjadi topik yang memicu rasa penasaran tinggi bagi pemburu gawai mumpuni dengan dana terbatas pada tahun 2026 ini.

Saya melihat ponsel yang sempat menyandang gelar pembunuh flagship ini masih sering diperbincangkan di berbagai forum teknologi tanah air.

Mengingat usianya yang sudah berjalan beberapa tahun, mari kita bedah secara kritis apakah spesifikasi kelas atas masa lalu ini masih relevan untuk kebutuhan harian Anda saat ini.

Saat pertama kali menggenggam Xiaomi Mi 10T Pro, Anda akan langsung merasakan bobotnya yang cukup mantap di tangan.

Perangkat ini memiliki dimensi 65.1 mm x 76.4 mm dengan ketebalan mencapai 9.3 mm serta bobot berat di angka 218 gram.

Bagi sebagian orang, ketebalan dan bobot ini mungkin terasa agak masif dan melelahkan jika digunakan dengan satu tangan dalam durasi lama.

Namun, material yang digunakan tidak main-main karena bagian depan dan belakang bodi sudah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.

Berdasarkan data teknisnya, proteksi kaca ini disinyalir mampu menahan kerusakan akibat jatuh dari ketinggian hingga 1.2 meter.

Teknologi Layar IPS LCD dengan Kecepatan Tinggi

Beralih ke bagian depan, Xiaomi Mi 10T Pro mengusung IPS LCD Dot Display berukuran 6.67 inci atau sekitar 16.94 cm.

Layar tanpa bezel ini mengadopsi aspek rasio 20:9 dengan resolusi Full HD+ yaitu 1080 x 2400 piksel serta kerapatan layar 395 ppi.

Peletakan kamera depan menggunakan lubang punch-hole yang minimalis di sisi kiri atas layar.

Satu hal yang menjadi jualan utama panel ini adalah keberadaan teknologi refresh rate hingga 144 Hz.

Bukan sekadar tinggi, layar ini dilengkapi fitur AdaptiveSync yang bekerja otomatis mencocokkan frame rate sesuai aplikasi yang berjalan.

Sistem akan menyesuaikan dari 30Hz hingga 144Hz seperti untuk film 48/50Hz, streaming 30/60Hz, gulir konten 144Hz, dan game hingga 144Hz.

Dari segi akurasi warna, layarnya mengadopsi Color Gamut NTSC 96%, DCI-P3 98%, serta Delta E sekitar 0.63 yang didukung HDR10.

Layar IPS LCD 144Hz pada perangkat ini memberikan transisi animasi yang sangat mulus, walaupun saturasi hitamnya tidak sepekat panel AMOLED modern.

Tingkat kecerahan tipikal berada di angka 500 nits dan bisa melonjak hingga kecerahan maksimal 650 nits.

Menurut saya, tingkat kecerahan maksimal ini agak keteteran jika Anda sering menggunakannya langsung di bawah terik matahari mendarat.

Dapur Pacu Snapdragon 865 yang Menolak Menyerah

Jantung mekanis Xiaomi Mi 10T Pro ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 865 dengan arsitektur 64-bit dan fabrikasi 7 nm.

Prosesor octa-core ini memiliki konfigurasi 1x2.84 GHz Kryo 585 untuk single core, 3x2.42 GHz Kryo 585 untuk tri core, dan 4x1.80 GHz Kryo 585 untuk quad core.

Sektor grafis dipercayakan penuh pada GPU Adreno 650 yang performanya masih sangat stabil untuk melibas aplikasi berat.

Untuk mendukung kinerja chipset tersebut, Xiaomi menyematkan RAM 8 GB berjenis LPDDR5.

Ruang penyimpanan internalnya berkapasitas 256 GB yang sudah menggunakan teknologi transfer data cepat UFS 3.1.

Satu poin krusial yang wajib Anda perhatikan adalah memori internal ini tidak dapat diperluas karena tidak ada slot kartu memori eksternal.

Mari kita lihat ringkasan komponen utama penopang performa gawai ini.

Spesifikasi Inti Performa Xiaomi Mi 10T Pro
Komponen UtamaSpesifikasi Teknis
ChipsetQualcomm Snapdragon 865 (7 nm)
Konfigurasi CPUOcta-core (1x2.84 GHz + 3x2.42 GHz + 4x1.80 GHz)
Pengolah GrafisAdreno 650
Kapasitas RAM8 GB LPDDR5
Memori Internal256 GB UFS 3.1 (Tanpa Slot Eksternal)

Meskipun ini adalah chipset keluaran beberapa tahun lalu, arsitektur premiumnya membuat performa harian tetap terasa responsif.

TERLALU WORTH IT! Review Xiaomi Mi10T dan Mi10T Pro Indonesia | GadgetIn

Kemampuan Kamera Utama 108 MP dan Fitur Perekaman 8K

Sektor fotografi menjadi daya tarik yang sulit diabaikan berkat konfigurasi Triple AI Camera di bagian belakang.

Kamera utama mengandalkan sensor super Samsung HMX 1/1.33 inci beresolusi 108 MP dengan lensa wide berbukaan f/1.69.

Sensor ini memiliki ukuran super piksel 1.6μm 4-in-1 serta sudah dilengkapi fitur penting berupa PDAF dan OIS.

Kehadiran OIS atau Optical Image Stabilization ini sangat membantu meminimalkan guncangan saat Anda mengambil foto atau video.

Kamera utama ini juga mendukung kemampuan digital zoom hingga 30x untuk membidik objek jarak jauh.

Lensa Pendukung dan Kemampuan Video Kreatif

Pendamping kamera utama adalah kamera ultra-wide 13 MP dengan bukaan f/2.4 untuk menangkap sudut pandang lebar.

Selain itu, ada kamera makro 5 MP dengan bukaan f/2.4 yang memiliki jarak fokus terdekat hingga 2 cm.

Kombinasi kamera belakang ini ditemani oleh LED flash dan mendukung fitur bawaan seperti HDR serta panorama.

Untuk urusan video, perangkat ini sanggup melakukan perekaman video hingga resolusi ultra tinggi 8K pada 30fps atau 24fps.

Proses perekaman video juga sudah didukung fitur gyro-EIS untuk kestabilan gambar yang lebih halus.

Menariknya, Anda bisa mengambil foto beresolusi 33MP secara langsung dari cuplikan video 8K yang sedang berjalan.

Kekurangan Nyata yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Membeli

Menilai sebuah ponsel bekas tentu tidak boleh hanya melihat lembar spesifikasi di atas kertas yang serba menggiurkan.

Saya harus menekankan beberapa kekurangan bawaan yang mungkin menjadi ganjalan besar bagi sebagian calon pengguna.

Pertama, absennya panel AMOLED membuat Anda harus puas dengan reproduksi warna layar IPS LCD yang kurang kontras.

Kedua, dimensi bodi yang tebal dan bobot berat 218 gram terasa kurang ramah untuk kantong celana jeans Anda.

Ketiga, ketiadaan slot kartu memori eksternal menuntut Anda harus bijak mengelola penyimpanan internal 256 GB tersebut.

Keempat, ponsel ini tidak memiliki lubang audio jack 3.5mm sehingga Anda wajib menggunakan dongle atau earphone nirkabel.

Analisis Nilai dan Kondisi Pasar Bekas Indonesia saat Ini

Membicarakan Xiaomi Mi 10T Pro pada pertengahan tahun 2026 ini tentu erat kaitannya dengan status unit di pasar sekunder.

Dilansir dari Eraspace, pada masa keemasannya ponsel ini dinilai sebagai perangkat flagship murah yang tidak murahan.

Saat ini, unit barunya sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan sehingga fokus pencarian beralih ke unit bekas atau second.

Berdasarkan pantauan di berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, harga pasaran bekas untuk varian RAM 8 GB dan memori 256 GB kini berada di rentang kisaran Rp 2,3 juta hingga Rp 2,9 juta tergantung kondisi fisik dan kelengkapan kotak penjualan.

Harga tersebut tentu sudah turun jauh dari harga peluncuran resminya yang dulu berada di kelas menengah ke atas.

Penurunan harga ini menjadikannya alternatif menarik dibandingkan membeli ponsel keluaran terbaru kelas entry-level yang chipnya jauh lebih lemah.

Jika Anda menemukan unit dengan kondisi baterai yang masih sehat dan layar tanpa bayangan, perangkat ini menawarkan performa mentah yang mengungguli ponsel murah zaman sekarang.

Pastikan Anda melakukan pengecekan menyeluruh pada fungsi kamera 108 MP dan kestabilan refresh rate 144 Hz sebelum menyerahkan uang Anda kepada penjual.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow