Hp Xiaomi Black Shark Jadul Snapdragon 845 Masih Menarik untuk Dilirik

Smallest Font
Largest Font

Hp Xiaomi Black Shark generasi pertama dengan chipset Snapdragon 845 ternyata masih menyimpan daya tarik tersendiri bagi para pencinta gawai lawas. Saya melihat ponsel yang meluncur perdana pada April 2018 ini sebagai peletak batu pertama bagi tren perangkat gaming modern yang masif saat ini.

Ekspektasi orang terhadap ponsel gaming lawas biasanya sangat rendah.

Namun, mari kita bedah secara kritis dan objektif apakah spesifikasi Xiaomi Black Shark ini benar-benar sudah usang atau justru masih punya taji.

Saat pertama kali memegang perangkat ini, impresi utamanya adalah kokoh sekaligus bongsor. Xiaomi Black Shark membawa dimensi fisik yang cukup mencolok dengan ketebalan mencapai 9,3 mm.

Bagi standar sekarang, ukuran tersebut jelas terasa sangat tebal.

Bobotnya berada di angka 190 gram, sebuah ukuran yang menurut saya masih cukup proporsional dan tidak membuat tangan cepat lelah saat dipakai bermain dalam waktu lama. Desain agresif di bagian belakang menegaskan identitasnya yang memang tidak berniat tampil manis atau minimalis.

Dimensi Layar dan Kenyamanan Visual

Perangkat ini datang dengan ukuran layar 5,99 inci. Resolusi yang diusung sudah mencapai 1080x2160 piksel, memberikan ketajaman yang pas untuk menikmati konten multimedia.

Rasio layarnya belum menganut sistem punch-hole modern, melainkan masih menyisakan bezel tebal di atas dan bawah.

Menurut saya pribadi, bezel tebal ini justru membawa keuntungan tersendiri untuk bermain game karena memberikan ruang bagi ibu jari agar tidak salah menyentuh area aktif layar.

Sistem Operasi Lawas yang Menjadi Batasan Utama

Aspek perangkat lunak menjadi catatan kritis yang wajib Anda perhatikan. Xiaomi Black Shark berjalan menggunakan sistem operasi Android 8.0 saat pertama kali dikeluarkan.

Ini adalah kekurangan fatal jika Anda mencari ponsel untuk jangka panjang.

Banyak aplikasi modern yang kini membutuhkan arsitektur sistem operasi yang jauh lebih baru agar bisa berjalan stabil.

Evolusi Xiaomi Black Shark | TechTablets

Dapur Pacu Snapdragon 845 dan Performa Riil

Jantung pacu ponsel ini mengandalkan chipset Snapdragon 845 yang pada masanya merupakan rajanya prosesor mobile. Berdasarkan data teknis, chipset octa-core kelas atas ini disandingkan dengan opsi RAM sebesar 6GB atau 8GB.

Kombinasi tersebut membuat performa multi-tasking bawaannya terasa sangat gegas.

Sektor penyimpanan internal menyediakan varian kapasitas sebesar 64GB atau 128GB. Namun, ada satu kekurangan mutlak yang cukup mengganggu, yaitu tidak adanya slot kartu memori eksternal untuk memperluas ruang penyimpanan.

Dari spesifikasinya, menurut saya absennya slot memori eksternal pada sebuah ponsel gaming adalah blunder besar karena ukuran game berukuran besar akan cepat menghabiskan kapasitas internal.

Mari kita lihat ringkasan spesifikasi utama dari perangkat legendaris ini melalui data komparasi struktural di bawah ini.

Spesifikasi Teknis Utama Xiaomi Black Shark Generasi Pertama
Komponen UtamaSpesifikasi Faktual
Snapdragon 8456GB / 8GB
64GB / 128GB4000mAh
18WAndroid 8.0
5.99 inci20MP

Sektor Kamera dan Ketahanan Baterai yang Kompromis

Urusan fotografi pada Xiaomi Black Shark mengandalkan kamera utama dengan sensor 20MP. Kamera ini sudah memiliki kemampuan rekam video hingga resolusi 2160p yang cukup tajam.

Jangan harapkan fitur stabilisasi mutakhir seperti ponsel keluaran terbaru.

Kamera depan juga cukup fungsional untuk kebutuhan komunikasi visual standar atau swafoto kasual tanpa efek pemrosesan kecerdasan buatan yang berlebihan.

Daya Tahan Baterai 4000mAh

Untuk menyuplai tenaga seluruh komponen, tertanam baterai berkapasitas 4000mAh. Angka ini tergolong standar untuk ukuran ponsel gaming era tersebut.

Sistem pengisian dayanya mendukung kecepatan 18W.

Kecepatan pengisian ini jelas terasa lambat jika dibandingkan dengan teknologi pengisian cepat masa kini yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan watt.

Popularitas di Mata Para Penggemar Gawai

Berdasarkan data statistik dari GSM Arena, perangkat ini mencatatkan popularitas sebesar 0.4% dengan total hit mencapai 3.405.119 kali. Tercatat pula ada sekitar 443 orang yang secara resmi terdaftar menjadi penggemar setia dari ponsel gaming ini di situs tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa daya tarik emosional dari seri pelopor ini belum sepenuhnya pudar.

Komunitas pengguna lawas biasanya tetap mempertahankan perangkat ini sebagai koleksi sejarah perkembangan teknologi seluler.

Kelayakan Xiaomi Black Shark untuk Pasar Sekunder

Membeli ponsel gaming lawas seperti Xiaomi Black Shark ini membutuhkan pertimbangan yang sangat matang dan realistis. Komponen baterai dan performa chipset Snapdragon 845 bawaannya tentu sudah mengalami degradasi performa yang cukup signifikan seiring berjalannya waktu sejak 2018.

Ponsel ini lebih cocok dijadikan sebagai perangkat koleksi sekunder bagi para antusias.

Saya tidak menyarankan Anda menggunakan ponsel ini sebagai perangkat utama harian karena batasan sistem operasi Android 8.0 yang semakin dikucilkan oleh ekosistem aplikasi modern. Menjadikannya sebagai media hiburan alternatif atau konsol game retro yang murah adalah pilihan bijak yang paling masuk akal.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed