Xabi Alonso Menyesal Latih Real Madrid Setelah Ruang Ganti Memanas

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Keputusan Xabi Alonso untuk menerima mandat sebagai juru taktik Real Madrid kini dikabarkan menjadi penyesalan terbesar dalam perjalanan kariernya. Seperti dilaporkan oleh Bola, situasi di Santiago Bernabeu yang terus merosot sepanjang musim ini memicu sang pelatih asal Spanyol mulai mempertanyakan langkah yang ia ambil pada tahun lalu. Perjalanan kompetisi Real Madrid saat ini memang bergulir jauh dari ekspektasi awal.

Kondisi internal tim bahkan semakin membara setelah terjadi insiden fisik antara Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde pada awal pekan ini.

Bentrokan yang terjadi di antara kedua pemain tersebut berujung fatal hingga menyebabkan Valverde harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ekspektasi tinggi yang membubung saat Alonso pertama kali datang menggantikan Carlo Ancelotti pada bursa musim panas tahun lalu.

Manajemen Los Blancos awalnya menaruh harapan besar agar mantan arsitek Bayer Leverkusen tersebut mampu menghentikan dominasi Barcelona di pentas La Liga. Selain itu, ia juga dibebani target untuk membawa Real Madrid mengejar trofi ke-16 mereka di ajang Liga Champions.

Perjalanan Alonso sebenarnya sempat memberikan angin segar ketika ia berhasil memenangkan laga El Clasico pertamanya dengan keunggulan skor 2-1 di Santiago Bernabeu. Akan tetapi, hasil buruk berupa kekalahan dari Barcelona pada pertandingan final Piala Super Spanyol menjadi momen krusial yang meruntuhkan posisinya. Hanya berselang beberapa hari setelah kekalahan pahit tersebut, Alonso dan manajemen Real Madrid sepakat untuk mengakhiri kerja sama melalui keputusan bersama.

Berdasarkan laporan dari Cadena SER, Alonso saat ini sangat menyesali langkahnya yang terburu-buru menerima pekerjaan di Real Madrid pada tahun lalu.

Sebelum memantapkan pilihan ke Bernabeu, pria berusia 44 tahun ini sebenarnya sempat menolak tawaran kontrak dari dua klub raksasa Eropa lain, yakni Liverpool dan Bayern Munchen. Dalam evaluasi pribadinya sekarang, Alonso memandang keputusan untuk pulang dan menangani Real Madrid berjalan terlalu cepat. Ia melihat dinamika buruk yang berkembang sepanjang musim ini sebagai bukti otentik bahwa momen tersebut belum tepat bagi dirinya untuk menjabat sebagai pelatih kepala.

Dampak Keretakan di Ruang Ganti

Momentum kepergian Alonso dari kursi kepelatihan juga ditengarai menjadi pemicu awal pecahnya keharmonisan di dalam ruang ganti Real Madrid.

Ketegangan internal yang kemudian memuncak lewat perselisihan Tchouameni dan Valverde dilaporkan sudah mulai berembas sejak Alonso angkat kaki dari klub pada Januari lalu. Sejumlah penggawa Los Blancos dikabarkan merasa kecewa dengan kebijakan manajemen klub yang memilih untuk melepas pelatih asal Spanyol tersebut.

Kendati demikian, atmosfer ruang ganti terpecah karena ada pula kelompok pemain yang justru merasa senang melihat Alonso pergi meninggalkan Bernabeu. Meskipun kans untuk kembali menukari Real Madrid masih berpeluang terbuka di masa depan, Alonso diyakini telah menutup rapat lembaran kisah tersebut untuk saat ini.

Mantan gelandang timnas Spanyol tersebut kini mulai mengalihkan fokus pada peluang pekerjaan berikutnya yang diprediksi bisa datang secepatnya pada musim panas ini. Salah satu spekulasi kuat yang muncul adalah potensi kembalinya Alonso ke mantan klubnya, Liverpool. Alonso dinilai memiliki peluang besar untuk merapat ke Anfield jika manajemen The Reds mengambil langkah untuk menyudahi kerja sama dengan Arne Slot.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow