Wahyudi Hamisi Resmi Tinggalkan Persijap Jepara Setelah Liga Selesai
Gelandang sepak bola profesional Wahyudi Hamisi resmi mengakhiri kerja sama dengan klub Persijap Jepara per Rabu, 24 Juni lalu, setelah mengemas 29 penampilan sepanjang musim kompetisi 2025/2026 BRI Super League.
Pengunduran diri ini menandai babak baru bagi pemain kelahiran Kotamobagu tersebut, yang dilansir dari Bola, ternyata sempat memiliki cita-cita berkarier di dunia perbankan sebelum sepenuhnya terjun ke lapangan hijau.
Perjalanan karier sepak bola Hamisi dimulai dari akademi Borneo FC, sebelum ia melanjutkan kiprahnya bersama PSS Sleman pada periode 2023 hingga 2025, dan akhirnya berlabuh di Persijap Jepara untuk musim 2025-2026.
Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Persijap belum lama ini, Hamisi menceritakan bahwa dirinya sempat menempuh pendidikan tinggi di bidang ekonomi demi mengejar impian masa lalunya itu.
"Dulu saya sempat kuliah di fakultas ekonomi swasta di Manado. Nah, dulu saya niatnya mau menjadi pegawai bank waktu itu," ujar Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Keputusan besar akhirnya diambil oleh pemain berpostur 166 cm ini untuk meninggalkan bangku perkuliahan demi fokus penuh pada dunia si kulit bundar yang kini menjadi profesi utamanya.
"Tapi karena sudah terlanjur main sepak bola dan sudah berkarier di sepak bola. Jadi kuliah saya tinggalin, sudah enggak kepikiran lagi. Tapi dulu niatnya kuliah karena mau diperbankan," sambung Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Bagi gelandang kelahiran 28 Juli 1997 tersebut, sepak bola kini telah bertransformasi menjadi pilar utama penyokong kehidupan ekonomi keluarganya.
"Sepak bola itu sudah jadi kehidupan untuk saya. Kehidupan untuk saya menghidupi keluarga juga, mata pencaharian buat saya sendiri," kata Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Proses panjang dari kompetisi usia muda hingga berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia disyukurinya sebagai bagian krusial dalam perjalanan hidup.
"Arti sepak bola mungkin sepak bola ya mendarah daging dan sudah jadi kehidupan saya," lanjut Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Meskipun telah lama malang melintang di kompetisi domestik, pemain asal Sulawesi Utara ini menegaskan bahwa dirinya masih memelihara impian besar, termasuk target pensiun yang ideal.
"Mimpi saya mungkin seluruh pemain bola pasti mimpinya bisa bermain di tim nasional ataupun bisa juara liga itu mimpi terbesar sih. Tapi untuk sampai sekarang ini saya masih bermimpi juga," ungkap Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Hamisi juga menambahkan keinginannya untuk tetap konsisten bersaing di level tertinggi sepak bola nasional tanpa harus turun kasta hingga hari gantung sepatu tiba.
"Ya di balik itu saya mimpinya bisa pensiun di umur yang sesuai saya targetkan. Jadi saya bisa bertahan sampai pensiun. Kalau bisa saya main di Liga 1 terus jangan sampai turun ke bawah kasta kedua," imbuh Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Sebagai pemain tengah, ia juga mengutarakan preferensi personalnya di atas lapangan yang lebih mengutamakan pemberian umpan matang bagi rekan setimnya.
"Assist karena di sepak bola yang paling dilihat itu pasti orang yang bikin gol tapi di balik itu ada orang yang kerja keras, mungkin dia kasih umpan yang bagus untuk pemain yang cetak gol," ucap Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Statistik penampilannya yang minim mencetak gol di posisi gelandang bertahan memperkuat alasan mengapa peran sebagai pelayan penyerang jauh lebih realistis baginya.
"Menurut saya lebih baik bikin assist karena saya juga jarang bikin gol ya di dalam posisiku. Jadi kemungkinan besar ya cuma bikin assist," tutup Wahyudi Hamisi, Mantan Gelandang Persijap.
Selama membela Persijap Jepara di musim 2025/2026, Hamisi tercatat memberikan kontribusi berupa satu assist serta mengoleksi delapan kartu kuning dan satu kartu merah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow