Umat Islam Sunnah Amalkan Puasa Muharram Tasua dan Asyura
Umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Salah satu ibadah yang sangat ditekankan adalah pelaksanaan puasa sunnah, yang dinilai sebagai puasa paling utama setelah ibadah puasa Ramadan.
Dikutip dari Info, puasa sunnah di bulan yang mulia ini meliputi puasa Muharram secara umum, puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram, serta puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Ketiga puasa tersebut memiliki landasan niat yang berbeda-beda.
Bagi umat Muslim yang hendak menjalankan ibadah ini, bacaan niat dapat dilafalkan dalam bahasa Arab, latin, beserta artinya.
Niat Puasa Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta‘âlâ.
“Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû‘â-a lillâhi ta‘âlâ.
“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lillâhi ta‘âlâ.
“Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”
Ketentuan Waktu Membaca Niat
Lafal niat untuk puasa sunnah Muharram idealnya dibaca pada malam hari, terhitung sejak setelah matahari terbenam atau waktu Magrib hingga sebelum fajar menyingsing. Pembacaan niat ini memberikan kejelasan waktu bagi umat Muslim yang bersiap menjalani ibadah sejak malam sebelumnya.
Kendati demikian, kelonggaran diberikan jika seseorang belum sempat berniat pada malam hari. Aturan fiqih mengizinkan pembacaan niat dilakukan pada siang hari sebelum masuk waktu Zuhur, dengan syarat orang tersebut belum mengonsumsi makanan, minuman, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa.
Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan ibadah puasa terbaik setelah bulan Ramadan. Khusus untuk puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, ibadah ini diyakini memiliki keistimewaan dalam menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.
Anjuran untuk mengiringi puasa Asyura dengan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram juga memiliki tujuan khusus. Langkah ini dimaksudkan sebagai pembeda dari tradisi puasa yang dijalankan oleh kaum Yahudi pada waktu yang sama.
Selain puasa sunnah, terdapat sejumlah amalan lain yang disarankan untuk dikerjakan sepanjang bulan mulia ini guna memperbanyak pahala. Umat Islam dianjurkan meningkatkan intensitas dzikir dan istighfar guna memohon ampunan kepada Allah SWT.
Membaca, menghafal, dan mentadabburi kandungan makna Al-Qur’an juga menjadi aktivitas yang sangat baik. Momentum ini sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah kepada anak yatim serta fakir miskin.
Hubungan antar-sesama dapat dipererat kembali melalui amalan silaturahmi dengan keluarga maupun kerabat dekat. Terakhir, bulan Muharram sebaiknya diisi dengan memperbanyak doa kebaikan, melakukan muhasabah diri, serta bertaubat atas kesalahan di masa lampau agar kualitas ketakwaan semakin meningkat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow