Hp Murah Xiaomi 8A Masih Layakkah Dipakai pada Tahun 2026
Pertanyaan mengenai apakah Xiaomi 8A masih layak digunakan saat ini sering kali muncul di benak para pencari gawai dengan dana ketat. Ponsel entry-level yang pertama kali meluncur pada 30 September 2019 ini memang pernah menjadi primadona di kelasnya. Namun, perkembangan aplikasi yang makin berat memicu keraguan besar terkait performa jangka panjangnya.
Saya melihat perangkat ini sebagai cetak biru era transisi ponsel murah yang mulai meninggalkan kesan ringkih. Xiaomi 8A hadir dengan membawa standar baru untuk kelas harga terbawah pada masanya. Namun, melihatnya dari kacamata teknis sekarang tentu memberikan perspektif yang sangat berbeda.
Untuk ukuran perangkat lawas, daya tarik utama ponsel ini terletak pada keseimbangan komponen dasar yang diusungnya. Kita tidak bisa mengharapkan performa ngebut untuk bermain game berat di sini. Fokus utama gawai ini adalah memenuhi kebutuhan komunikasi harian dasar tanpa membuat kantong bolong.
Membicarakan aspek desain, Xiaomi 8A memiliki dimensi bodi yang tergolong cukup tebal jika dibandingkan dengan ponsel modern saat ini. Ponsel ini memiliki ketebalan mencapai 9,4 mm atau sekitar 0,94 cm. Ketebalan tersebut membuat perangkat terasa sangat kokoh dan mantap saat berada di dalam telapak tangan.
Untuk dimensi lainnya, gawai ini dirancang dengan lebar 75,41 mm serta tinggi mencapai 156,48 mm. Ukuran tersebut menghasilkan volume total bodi sebesar 110,92 cm³. Ukuran fisik ini membuatnya tidak terlalu besar, sehingga masih sangat nyaman untuk dioperasikan dengan satu tangan saja.
Bobot dari perangkat ini berada di angka 188 gram berdasarkan data pengujian, meskipun beberapa catatan teknis lain menyebutkan angka 185 gram. Bobot yang mendekati 190 gram ini memberikan impresi material yang padat, bukan plastik murahan yang kopong di dalamnya.
Kualitas Layar Dot Drop HD Plus
Sektor visual Xiaomi 8A mengandalkan panel layar berukuran 6,22 inci atau setara dengan 15,8 cm. Xiaomi menggunakan desain yang mereka sebut sebagai Dot Drop atau Dot Notch untuk menempatkan kamera depan. Gaya poni minimalis ini membuat tampilan depan perangkat terlihat tidak terlalu ketinggalan zaman.
Resolusi layar yang ditawarkan adalah HD+ 720 x 1520 piksel dengan rasio aspek memanjang 19:9. Layar ini memiliki rasio kontras 1500:1 yang mampu menghasilkan reproduksi warna yang cukup baik di kelasnya. Ditambah lagi, rasio layar-ke-bodi ponsel ini sudah mencapai angka 86,83%.
Dari spesifikasinya, menurut saya ketajaman layar ini sudah mencukupi untuk kebutuhan menonton video standar atau membaca teks berita. Pikselnya memang tidak sepadat layar Full HD, tetapi hal ini justru meringankan beban kerja komponen pemrosesan grafis. Penggunaan daya baterai pun menjadi jauh lebih efisien karena resolusi rendah ini.
Bedah Performa Chipset Qualcomm Snapdragon 439
Jantung pacu dari Xiaomi 8A mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 439 yang dibangun dengan proses fabrikasi 12 nm FinFET. Prosesor ini menggunakan konfigurasi Octa-core yang terdiri dari delapan inti prosesor ARM Cortex A53. Kecepatan komputasi yang bisa dihasilkan oleh prosesor ini adalah hingga 2,0 GHz.
Untuk urusan pemrosesan grafis atau olah visual, chipset tersebut dipadukan dengan GPU Qualcomm Adreno 505. Kombinasi komponen ini sebenarnya dirancang untuk efisiensi daya, bukan untuk menangani beban komputasi tingkat tinggi. Oleh karena itu, pengguna harus bijak dalam memasang aplikasi di dalam ponsel ini.
Dari spesifikasi perangkat kerasnya, performa Qualcomm Snapdragon 439 pada perangkat ini sudah menyentuh batas bawah untuk standar komputasi harian saat ini. Jangan menggunakannya untuk multitasking berat jika tidak ingin mengalami kendala lag.
Berdasarkan data teknis dari benchmarks.ul.com, skor pengujian perangkat ini memang menempatkannya di kelas pemula yang sangat mendasar. Menjalankan aplikasi media sosial versi ringan atau aplikasi pesan instan masih bisa dilayani dengan cukup baik. Masalah baru akan terasa jika Anda mencoba membuka banyak aplikasi secara bersamaan.
Pilihan Memori RAM dan Penyimpanan eMMC 5.1
Xiaomi menyediakan beberapa opsi konfigurasi memori untuk perangkat Xiaomi 8A ini guna menyesuaikan kebutuhan anggaran pengguna. Jenis memori RAM yang digunakan adalah LPDDR3 dengan kecepatan clock sebesar 933MHz. Opsi kapasitas RAM yang tersedia mencakup pilihan mulai dari 2GB, 3GB, hingga varian tertinggi sebesar 4GB.
Sementara itu, sektor penyimpanan internal atau ROM menggunakan teknologi eMMC 5.1 yang hadir dalam dua pilihan kapasitas, yaitu 32GB atau 64GB. Beruntung, ruang penyimpanan yang terbatas ini masih bisa diperluas oleh pengguna dengan memanfaatkan slot kartu microSDXC eksternal.
Menurut saya, varian RAM 2GB dengan penyimpanan 32GB sangat tidak direkomendasikan untuk penggunaan saat ini karena kapasitasnya yang terlalu sempit. Sistem operasi dan pembaruan aplikasi modern akan langsung melahap sisa ruang penyimpanan tersebut dalam waktu singkat. Jika terpaksa membeli, varian RAM 4GB dengan ROM 64GB adalah pilihan mutlak yang harus diambil.
Kemampuan Kamera Tunggal 12MP AI
Berbeda dengan tren ponsel modern yang gemar menumpuk banyak lensa kamera di bagian belakang, Xiaomi 8A tampil sangat minimalis. Ponsel ini hanya dibekali dengan satu kamera belakang utama yang memiliki resolusi 12MP. Kamera tunggal ini diposisikan secara vertikal di bagian tengah bodi belakang gawai.
Meskipun hanya memiliki satu lensa, spesifikasi sensor yang ditanamkan sebenarnya tidak bisa diremehkan untuk ukuran kelas harganya. Kamera 12MP AI ini memiliki bukaan lensa f/1.8 yang cukup lebar untuk menangkap cahaya. Selain itu, ukuran piksel besarnya berada di angka 1,4μm serta sudah didukung oleh fitur fokus Dual PD.
Fitur Dual PD membantu mempercepat pencarian fokus objek foto agar hasil jepretan tidak kabur atau blur. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI juga membantu mengoptimalkan warna sesuai dengan kondisi objek yang dideteksi oleh kamera. Hasil fotonya tergolong bagus saat kondisi pencahayaan melimpah seperti di siang hari.
Tabel Spesifikasi Lengkap Xiaomi 8A
Untuk memudahkan Anda melihat seluruh komponen teknis yang tertanam di dalam gawai ini, berikut adalah rangkuman data spesifikasinya. Semua angka dan nama komponen merujuk pada data resmi pabrikan.
| Parameter Teknis | Spesifikasi Komponen |
|---|---|
| Tanggal Rilis Resmi | 30 September 2019 |
| Dimensi Tinggi x Lebar | 156,48 mm x 75,41 mm |
| Ketebalan Bodi | 9,4 mm |
| Bobot Perangkat | 188 gram |
| Ukuran Layar | 6,22 inci |
| Resolusi Tampilan | 720 x 1520 piksel (HD+) |
| Model Chipset | Qualcomm Snapdragon 439 (12 nm) |
| Kecepatan CPU | Octa-core hingga 2,0 GHz |
| Model Kartu Grafis | Qualcomm Adreno 505 |
| Pilihan Kapasitas RAM | 2GB / 3GB / 4GB (LPDDR3) |
| Pilihan Kapasitas ROM | 32GB / 64GB (eMMC 5.1) |
| Kamera Belakang Utama | 12MP AI (f/1.8, 1,4μm, Dual PD) |
Kekurangan Nyata yang Harus Dipertimbangkan
Membeli atau menggunakan Xiaomi 8A saat ini tentu membawa konsekuensi logis terkait keterbatasan teknologi lawasnya. Kekurangan pertama yang paling mengganggu adalah penggunaan tipe penyimpanan internal eMMC 5.1 yang memiliki kecepatan baca dan tulis sangat lambat. Hal ini membuat proses instalasi aplikasi atau pemuatan data terasa memakan waktu lama.
Kekurangan kedua terletak pada absennya sensor pemindai sidik jari fisik di bagian bodi belakang maupun di area layar. Pengguna harus bergantung pada metode penguncian tradisional seperti PIN, pola, atau fitur face unlock berbasis kamera depan yang kurang aman di kondisi gelap. Ketiadaan sensor ini tentu mengurangi kepraktisan akses harian pengguna.
Selain itu, dukungan pembaruan sistem operasi untuk perangkat ini dipastikan sudah lama dihentikan oleh pihak Xiaomi. Menggunakan ponsel dengan sistem operasi lawas tanpa tambalan keamanan terbaru sangat berisiko terhadap celah keamanan siber. Anda harus sangat berhati-hati jika ingin menggunakan aplikasi perbankan di ponsel ini.
Informasi dari diskusi pengguna di platform Reddit juga menyoroti manajemen RAM yang sangat agresif pada varian terendah. Aplikasi yang sedang dibuka sering kali tertutup secara otomatis ketika pengguna berpindah ke aplikasi lain. Hal ini tentu mengonfirmasi bahwa keterbatasan perangkat keras tidak dapat dibohongi oleh optimasi perangkat lunak sehebat apa pun.
Xiaomi 8A pada akhirnya tetaplah sebuah gawai entry-level dari masa lalu yang kini memiliki fungsi sangat spesifik. Ponsel ini tidak lagi cocok dijadikan sebagai perangkat utama bagi pekerja kantoran atau anak muda dengan mobilitas digital tinggi. Namun, jika kebutuhan Anda hanya sebatas untuk menerima panggilan telepon, berkirim pesan WhatsApp, atau sebagai ponsel cadangan darurat, Xiaomi 8A varian RAM 4GB masih bisa menjalankan tugas dasar tersebut tanpa masalah besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow