SKB 3 Menteri Tetapkan Libur Nasional Tahun Baru Islam 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menetapkan jadwal libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Islam 2026 atau 1 Muharram 1448 Hijriah. Informasi mengenai hari libur ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam mengatur waktu istirahat dan agenda bersama keluarga, dikutip dari Id.

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Aturan tersebut mencakup keputusan Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Melalui SKB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025, pemerintah mengesahkan hari libur keagamaan ini. Tahun Baru Islam 1448 Hijriah resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Meskipun menjadi hari libur nasional, pemerintah tidak mengalokasikan jadwal cuti bersama untuk peringatan ini. Situasi tersebut membuat masyarakat hanya mendapatkan jatah libur satu hari dan tidak memicu adanya libur akhir pekan yang panjang atau long weekend.

Penetapan Tanggal Berdasarkan Kalender Hijriah

Penetapan tanggal 1 Muharram 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026 ini selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Tanggal ini juga sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal pedoman PP Muhammadiyah.

Secara astronomis, konjungsi atau ijtimak menjelang pergantian bulan Muharram 1448 H terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.54.02 WIB. Posisi hilal dipastikan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam pada hari itu, sehingga memenuhi kriteria awal bulan baru.

Kemuliaan Bulan Muharram dalam Islam

Bulan Muharram memegang posisi penting sebagai salah satu dari empat bulan haram yang disucikan dalam ajaran Islam. Keistimewaan waktu ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36 mengenai ketetapan dua belas bulan dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰbِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤfَّةً ۗوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba’atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyim, falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah, wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn.

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan tersebut.

Dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Adapun empat bulan yang masuk dalam kategori bulan haram atau bulan yang dimuliakan tersebut meliputi Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Momen libur satu hari di pertengahan pekan ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk fokus meningkatkan amalan ibadah serta melakukan refleksi diri.

Advertisement
Scroll To Continue with Content

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: id.medanaktual.com without altering the facts of the original article.
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed