Shin Tae-yong Terapkan Gaya Tiki Taka untuk Persija Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengusung strategi agresif dengan sistem tiki taka demi membawa timnya menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Target memenangkan takhta juara tersebut menjadi misi khusus manajemen karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500 pada tanggal 22 Juni 2027 mendatang.

Langkah perubahan taktik ini dilansir dari Bola yang mengutip saluran YouTube JMTV, di mana gaya permainan baru Macan Kemayoran akan sangat berbeda dibanding musim sebelumnya saat ditangani Mauricio Souza.

Asisten sekaligus penerjemah pelatih, Jeong Seok-seo, mengungkapkan bahwa taktik menyerang ini dipilih karena juru taktik asal Korea Selatan tersebut merasa komposisi skuad Persija saat ini mampu memegang kendali penyerangan.

"Permainan yang diinginkan coach Shin itu, tiki taka dan menyerang dengan agresif karena saat di timnas memang lawan-lawannya lebih baik daripada kita sebenarnya. Makanya, menggunakan taktik bagaimana bisa menang," kata Jeong Seok-seo, Penerjemah Shin Tae-yong.

Strategi ofensif ini dinilai kontras dengan pendekatan reaktif dan serangan balik cepat yang kerap diterapkan sang pelatih sewaktu menukangi Tim Nasional Indonesia pada periode 2020 hingga 2025.

"Tapi, coach Shin yakin, di Persija bisa menguasai penyerangan di dalam pertandingan. Jadi, Persija akan beda banget dan juga formasi. Bisa jadi 4-4-2, 4-2-3-1. Intinya empat bek," ucap Jeong Seok-seo, Penerjemah Shin Tae-yong.

Terkait perbedaan atmosfer dukungan dari suporter di level klub, pihak kepelatihan mengaku sudah memahami dinamika tersebut dan siap menyikapinya dengan baik saat melakoni laga tandang.

"Yang pasti beda. Maksudnya, ketika di timnas kan memang semua masyarakat menjadi suporter. Tapi, kalau ini memang beda daerah sudah beda suporter."

Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus bisa menerima kenyataan mengenai perbedaan basis suporter fanatik di setiap daerah.

"Jadi, ya kami harus menerima dan kalau di timnas memang semuanya memberikan dukungan kepada coach Shin. Tapi, kalau di liga masing-masing tim kan punya suporter."

Guna mewujudkan harapan besar dari kelompok suporter The Jakmania, juru taktik berusia 57 tahun tersebut kini memilih fokus memenangkan setiap pertandingan lewat program-program yang telah disiapkan.

"Mungkin dengan beberapa program, harus bisa jadi satu juga dengan suporter. Target kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin biar bisa menang di setiap laga," tutur Shin Tae-yong via Jeje, Pelatih Persija Jakarta.

Manajemen Persija berharap sinergi yang kuat antara klub dan suporter dapat terjalin melalui raihan prestasi maksimal di atas lapangan.

"Kalau kita berprestasi, otomatis akan ada sinergi yang baik. Maksudnya di antara klub dan suporter. Jadi, ya, kami memang harus berusaha setiap pertandingan," tambah Shin Tae-yong via Jeje, Pelatih Persija Jakarta.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed