Sandro Tonali Beberkan Alasan Hanya Perlu 10 Menit Pilih Tottenham
Gelandang Timnas Italia, Sandro Tonali, membuat keputusan besar dalam kariernya pada bursa transfer musim panas ini. Eks pemain Newcastle United itu resmi menjadi rekrutan termahal dalam sejarah Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai 100 juta paun.
Keputusan tersebut diambil Tonali dalam waktu yang tergolong sangat singkat. Seperti dilansir dari Bola, gelandang berusia 26 tahun itu mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menerima tawaran dari Spurs.
Faktor keberadaan pelatih Roberto De Zerbi menjadi alasan utama di balik keputusan instan sang gelandang. Keduanya memiliki kedekatan emosional karena sama-sama merupakan pendukung klub Brescia, tim tempat Tonali mengawali karier profesionalnya.
Proses pendekatan yang dilakukan De Zerbi sebenarnya sudah berlangsung sejak musim lalu. Pelatih asal Italia itu sempat menghubungi rekan mereka untuk mencari tahu minat Tonali berpindah klub.
Setelah dipastikan selamat dari ancaman degradasi Premier League, De Zerbi langsung menghubungi sang pemain secara intensif. Komunikasi berlanjut melalui pertemuan tatap muka di kediaman Tonali yang berada di sekitar Brescia.
"Kami berbicara tentang Brescia, tentang situasi sulit yang sedang dihadapi klub kami," kata Tonali.
Ikatan antara Tonali dan De Zerbi sebenarnya telah terbangun sejak sembilan tahun lalu. Saat De Zerbi masih melatih Sassuolo, ia sudah menunjukkan ketertarikan untuk memboyong mantan pemain AC Milan tersebut.
"Brescia sangat kecil. Saya berada di sana selama dua pekan dan bertemu dengannya dua atau tiga kali," ujar Tonali.
Meskipun sempat menjalin komunikasi dengan beberapa klub lain, kesan mendalam pada pembicaraan awal membuat Tonali yakin untuk memilih London Utara sebagai destinasi barunya.
"Sejujurnya, saya juga berbicara dengan klub lain. Namun, kesan pertama sangat penting dan kesan saya terhadap Tottenham sangat positif," ujar Tonali.
"Ketika Anda merasa bahagia hanya setelah berbicara selama 10 menit, itu berarti semuanya berjalan sempurna," katanya lagi.
Batal Pulang ke Italia dan Tekanan Transfer
Pemain kelahiran 8 Mei 2000 tersebut mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya awalnya memprioritaskan opsi untuk kembali berpetualang di Serie A Italia.
Namun, kendala finansial membuat skenario itu mustahil terwujud. Klub-klub asal Italia tidak sanggup memenuhi tuntutan biaya transfer tinggi yang dipatok Newcastle United, meski mereka mampu membiayai gaji sang pemain.
"Kami sebenarnya sudah memutuskan untuk kembali ke Italia, tetapi itu tidak mungkin karena nilai transfernya," ujar Tonali.
"Inggris menjadi solusi kami dan kami menemukan solusi terbaik di Inggris untuk saya, karier saya, sepak bola saya, kebahagiaan saya, dan keluarga saya. Saya berbicara dengan dua klub dan setelah 10 atau 15 menit saya tahu Tottenham akan menjadi klub berikutnya," tutur pemain kelahiran 8 Mei 2000 tersebut.
Kepindahan ini dilakukan tanpa menyisakan penyesalan atau konflik dengan klub lamanya. Tonali menegaskan hubungannya dengan manajer Newcastle United Eddie Howe serta Direktur Olahraga Ross Wilson tetap terjalin baik.
Ia pun sadar bahwa banderol 100 juta paun akan mendatangkan sorotan tajam. Meski demikian, ia berkomitmen untuk tetap menjaga pola hidupnya secara normal di luar lapangan.
"Saya tidak tahu bagaimana pandangan orang terhadap pesepak bola seperti saya, tetapi sejujurnya saya adalah orang biasa. Saat kembali ke Italia, saya menghabiskan waktu bersama keluarga, nenek, dan teman-teman saya. Jika keluarga saya bahagia, saya juga bahagia," kata mantan bintang AC Milan itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow