Antonius Budi Ariantho Pasangkan Muhammad Rian Ardianto dengan Daniel Edgar
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, merombak komposisi sektor ganda putra dengan menduetkan pemain senior Muhammad Rian Ardianto dan pemain muda Daniel Edgar Marvino untuk menghadapi sejumlah turnamen mendatang, seperti dilansir dari Bola pada Rabu (25/6/2026).
Pasangan baru ini dijadwalkan melakoni debut kompetitif mereka pada ajang Chinese Taipei Open 2026 Super 300 yang akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Penataan ulang ini dilakukan sebagai bagian dari program pengembangan prestasi atlet pelatnas.
Langkah memasangkan Rian dengan Daniel Edgar diambil oleh tim pelatih setelah melihat potensi besar yang ada pada diri sang pemain muda. Meski demikian, Daniel dinilai masih memerlukan bimbingan langsung dari pemain yang lebih berpengalaman agar proses adaptasi dan perkembangannya di lapangan bisa berjalan lebih cepat.
"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tetapi dia masih membutuhkan mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," ujar Antonius, melalui rilis yang diterima Bola.com, Rabu (25/6/2026).
Pelatih yang akrab disapa Anton itu menjelaskan bahwa jam terbang tinggi yang dimiliki Rian diharapkan mampu mendongkrak performa rekan barunya. Melalui kolaborasi ini, Daniel diproyeksikan bisa menyerap banyak pelajaran penting untuk bersaing di level internasional yang lebih tinggi.
"Dengan pengalaman, jam terbang, dan kemampuan yang dimiliki Rian, saya berharap dia bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, Daniel juga bisa belajar banyak dari Rian," lanjut Anton.
Keputusan perombakan ini juga didasarkan pada hasil evaluasi performa dari rangkaian turnamen terakhir. Tim pelatih menilai bahwa performa dari kombinasi terdahulu, yakni Rian/Rahmat Hidayat maupun Daniel Edgar/Taufik Aderya, belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan.
"Di awal-awal berpasangan, Rian dan Rahmat cukup menjanjikan. Namun dalam beberapa turnamen terakhir hasil yang didapat kurang memuaskan, sehingga kami mencoba opsi lain," jelas Anton.
Penerapan skema duet senior-junior tersebut merupakan bagian dari strategi regenerasi jangka panjang di sektor ganda putra Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat proses pematangan mental dan permainan para pebulutangkis muda di kompetisi yang ketat.
"Kombinasi senior dan junior ini lebih ditujukan untuk mematangkan pemain-pemain muda agar siap melangkah ke level yang lebih tinggi. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa bersaing di level atas. Kami tetap optimistis pasangan ini memiliki peluang untuk berkembang dan meraih hasil positif," imbuh Anton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow