Hp Rp1 Jutaan 2026 yang Masih Dicari, Review Jujur Xiaomi Redmi A3 Setelah Dua Tahun Pemakaian

Smallest Font
Largest Font

Xiaomi Redmi A3 menjadi salah satu smartphone entry-level yang memicu perdebatan panjang sejak pertama kali diluncurkan pada Februari 2024 silam.

Sebagai penerus dari seri ponsel esensial Xiaomi, perangkat ini membawa perombakan desain yang sangat berani sekaligus radikal di kelas harganya.

Saya sengaja menggunakan smartphone ini kembali untuk melihat bagaimana performa aslinya bertahan di tengah ketatnya persaingan teknologi saat ini.

Ketika pertama kali melihat bagian belakang ponsel ini, saya sempat tidak percaya bahwa ini adalah perangkat kelas satu jutaan.

Xiaomi Redmi A3 membuang jauh-jauh kesan ponsel murah dengan menghadirkan modul kamera berbentuk lingkaran besar di bagian tengah atas casing.

Gaya desain seperti ini biasanya hanya saya temukan pada perangkat kelas flagship atau lini premium yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal.

Secara fisik, perangkat rilisan tahun 2024 ini memiliki dimensi bodi yang cukup bongsor yaitu sekitar 168.3 x 76.3 x 8.3 mm.

Bobotnya yang mencapai 193 gram memberikan impresi genggaman yang kokoh, mantap, dan sama sekali tidak terasa ringkih atau murahan.

Material plastik polikarbonat yang digunakan pada bagian bodi belakang mampu disulap dengan finishing yang bersih, rapi, dan terlihat sangat elegan.

Namun, estetika yang menawan ini langsung berhadapan dengan realita performa harian yang perlu disoroti lebih dalam lagi.

Layar Lebar dengan Refresh Rate yang Sayangnya Kurang Diimbangi Tenaga

Beralih ke sektor visual, Xiaomi menyematkan layar berukuran 6.71 inci yang terasa sangat lapang untuk menikmati berbagai konten multimedia.

Panel yang digunakan adalah HD+ IPS LCD dengan resolusi 720 x 1650 piksel yang sudah dilengkapi fitur modern bernama DC dimming.

Satu hal yang menarik adalah kehadiran dukungan refresh rate hingga 90Hz untuk memberikan sensasi pergeseran menu yang lebih halus.

Layar 90Hz pada ponsel entry-level sering kali menjadi bumerang ketika chipset yang tertanam di dalamnya kewalahan memproses grafis antarmuka.

Saat saya mencoba melakukan scrolling di aplikasi media sosial yang padat gambar, animasi terasa agak tersendat dan kurang responsif.

Kondisi ini terjadi karena resolusi HD+ yang diusungnya harus dipaksa bekerja ekstra keras mengejar refresh rate tinggi tersebut.

Untuk proteksi fisik, layar depan smartphone entry-level ini sudah dilapisi oleh kaca pelindung tangguh berupa Gorilla Glass 3.

Lapisan pelindung ini memberikan rasa aman yang cukup baik terhadap goresan kunci atau koin saat tidak sengaja masuk saku.

Bagaimana layar besar ini berinteraksi dengan dapur pacu utama menjadi poin krusial berikutnya yang harus Anda pahami secara jeli.

Ulasan Xiaomi REDMI A3 Apakah Layak Dibeli | GSMArena Official

Dapur Pacu Mediatek Helio G36 dan Realita Performa yang Terbatas

Sektor performa dari perangkat Xiaomi Redmi A3 ini digerakkan oleh chipset berseri Mediatek Helio G36 dengan arsitektur fabrikasi lama.

Prosesor Octa-core ini mengandalkan konfigurasi inti hemat daya yang terdiri dari 4x2.0 GHz Cortex-A53 dan 4x1.6 GHz Cortex-A53.

Frekuensi CPU maksimum yang bisa dicapai hanya berada di angka hingga 2.2GHz untuk menopang beban kerja harian sistem.

Ketika dipakai di dunia nyata, kombinasi hardware ini memang didesain murni untuk kebutuhan komunikasi dasar yang sangat kasual.

Membuka aplikasi pesan singkat, melakukan panggilan video, atau berselancar di browser ringan bisa dijalankan dengan cukup lancar tanpa kendala.

Namun, begitu saya mencoba membuka tiga sampai empat aplikasi secara bergantian, gejala stuttering atau jeda mulai sangat terasa.

Sistem operasi Android 14 versi Go Edition dengan antarmuka MIUI bawaannya sudah berusaha keras memangkas fitur-fitur yang berat.

Pihak produsen sendiri menjanjikan dukungan pembaruan sebanyak 2 kali Android utama serta 3 tahun pembaruan untuk patch keamanan berkala.

Mari kita lihat struktur memori dan kapasitas penyimpanan yang ditawarkan oleh perangkat ini melalui komparasi data spesifikasi resmi berikut.

Spesifikasi Teknis Utama Varian Komponen Xiaomi Redmi A3
Komponen HardwareSpesifikasi Resmi
Chipset UtamaMediatek Helio G36
Konfigurasi CPU4x2.0 GHz & 4x1.6 GHz Cortex-A53
Opsi Kapasitas RAM3GB / 4GB / 6GB
Penyimpanan Internal64GB / 128GB
Kapasitas Baterai5000 mAh
Kecepatan Isi Daya10W USB Type-C

Berdasarkan data di atas, varian RAM yang tersedia mencakup pilihan kapasitas memori internal 64GB dengan dukungan 3GB RAM.

Selain itu terdapat varian menengah sebesar 128GB dengan 4GB RAM, hingga opsi tertinggi di kapasitas 128GB dengan 6GB RAM.

Terdapat pula dukungan teknologi ekspansi RAM yang mampu mengubah kapasitas memori bawaan 4GB menjadi hingga total 8GB secara virtual.

Jika ruang penyimpanan terasa sesak, slot kartu memori eksternal masih tersedia dan mampu menampung micro SD hingga kapasitas 1TB.

Keterbatasan performa hardware ini tentu berimbas langsung pada aspek krusial lain yang sering digunakan konsumen, yaitu sektor fotografi.

Kemampuan Kamera Ganda yang Tergolong Sangat Standar

Modul lingkaran raksasa di bagian belakang bodi Xiaomi Redmi A3 sejatinya hanya menyimpan konfigurasi kamera belakang ganda yang minimalis.

Kamera utamanya memiliki resolusi antara 8MP f/2.0 hingga 13MP, dibantu oleh lensa pembantu auxiliary lens berkekuatan 0.08MP hingga 2MP.

Lensa sekunder tersebut berfungsi sebagai sensor kedalaman untuk membantu menghasilkan efek buram atau bokeh saat mendeteksi objek manusia.

Fitur pendukung fotografi yang disematkan di dalam aplikasinya terhitung standar seperti kehadiran lampu LED flash serta mode HDR otomatis.

Hasil foto di kondisi pencahayaan terik siang hari menampilkan detail yang cukup, meskipun reproduksi warnanya cenderung flat dan agak pucat.

Ketika malam tiba atau dalam kondisi ruangan minim cahaya, hasil jepretan langsung dipenuhi oleh noise dan ketajaman gambar menurun drastis.

Untuk keperluan swafoto, terdapat kamera depan beresolusi 5MP f/2.2 yang tertanam di area poni layar bermodel waterdrop bergaya klasik.

Kemampuan rekaman video baik untuk kamera depan maupun belakang sama-sama mendukung resolusi maksimal hingga 1080p pada kecepatan 30fps.

Hasil rekaman video bergoyang cukup intens karena tidak adanya fitur stabilisasi gyro-EIS tersemat di dalam sistem kameranya.

Kualitas audio saat merekam video tertolong berkat adanya speaker stereo di bagian atas bodi serta lubang colokan audio jack 3.5mm.

Dengan segala keterbatasan pada sektor performa dan kamera tersebut, untungnya sektor manajemen daya mampu menjadi juru selamat perangkat ini.

Ketahanan Baterai Badak yang Menjadi Penyelamat Utama

Satu sektor yang membuat saya merasa sangat nyaman menggunakan ponsel ini dalam waktu lama adalah kapasitas baterainya yang masif.

Xiaomi membenamkan baterai berkapasitas sebesar 5000 mAh yang terbukti sangat awet untuk menyuplai daya komponen hardware hemat energi tersebut.

Karena chipset Helio G36 tidak mengonsumsi daya secara agresif, baterai ini dengan mudah bertahan hingga dua hari penuh pemakaian.

Aktivitas harian seperti membalas chat, menonton video pendek, dan mendengarkan musik tidak akan membuat Anda cemas kehabisan daya di jalan.

Namun, ketahanan baterai yang luar biasa ini harus dibayar mahal dengan proses pengisian ulang daya yang memakan waktu lama.

Sistem pengisian daya kabel yang didukung ponsel ini hanya mentok berdaya 10W saja meskipun sudah menggunakan port USB Type-C.

Proses pengisian daya dari kondisi kosong dari 0% hingga menyentuh angka 100% membutuhkan waktu antrean sekitar 2.5 jam lebih.

Anda harus membiasakan diri untuk mengisi daya smartphone ini pada malam hari saat beristirahat agar tidak mengganggu aktivitas harian.

Fakta bahwa pengisian daya lambat ini memang menjadi kompromi yang wajar ditemukan pada hampir seluruh perangkat di segmen entry-level.

Lompatan Mundur Jika Dibandingkan Seri Lawas Legendaris

Bagi para penggemar lama seri Xiaomi, penamaan model ini mungkin memicu memori terhadap produk masa lalu yang bernama Mi A3.

Dilansir dari laporan Wikipedia, Xiaomi Mi A3 versi lama yang meluncur bertahun-tahun lalu mengusung spesifikasi yang jauh lebih bertenaga.

Model jadul tersebut menggunakan layar berukuran 6.088 inci beresolusi HD+ 1560 x 720 piksel dengan panel canggih Super AMOLED 60Hz.

Proteksi kaca model lama bahkan menggunakan Gorilla Glass 5 yang terpasang kokoh pada bagian panel depan sekaligus bodi belakangnya.

Dari segi pemrosesan, Mi A3 lama ditenagai chipset legendaris Qualcomm Snapdragon 665 SoC yang jauh lebih tangguh untuk bermain game.

Sektor fotografinya pun jauh lebih superior dengan konfigurasi tiga kamera belakang bersensor utama 48MP Sony IMX586 dan kamera ultrawide 8MP.

Kamera depan model lama bahkan mengusung resolusi 32MP, sangat kontras jika dibandingkan dengan Redmi A3 rilisan tahun 2024 kemarin.

Perubahan ini menegaskan adanya pergeseran strategi pasar di mana nama tangguh masa lalu kini diadaptasi menjadi lini ponsel esensial murah.

Bagi pembaca yang mencari perangkat murni untuk fungsi sekunder, smartphone ini tetap membawa nilai guna yang proporsional dengan harganya.

Xiaomi Redmi A3 adalah opsi yang rasional jika Anda membutuhkan ponsel cadangan, perangkat untuk driver ojek online, atau dihadiahkan kepada orang tua yang baru belajar menggunakan smartphone, asalkan Anda tidak memaksanya untuk menjalankan tugas berat seperti bermain game kompetitif atau melakukan multitasking intensif.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed