Rafael Nadal Prediksi Novak Djokovic Belum Akan Pensiun dari Tenis
Mantan petenis asal Spanyol, Rafael Nadal, memberikan pandangannya mengenai masa depan rival lamanya, Novak Djokovic. Seperti dikutip dari Bola, Nadal menilai Djokovic belum akan menyudahi karier profesionalnya dalam waktu dekat.
Faktor utama yang dinilai membuat petenis asal Serbia tersebut bertahan di level tertinggi adalah kecintaan mendalam terhadap dunia tenis. Nadal meyakini rivalnya tetap menjadi sosok tangguh di berbagai turnamen besar selama kondisi fisik dan motivasinya terjaga.
Nadal sendiri dikenal sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang masa dengan koleksi 22 gelar Grand Slam. Prestasi tersebut mencakup rekor 14 gelar French Open serta raihan satu medali emas Olimpiade.
Dominasi kuat di lapangan tanah liat Roland Garros membuat Nadal dijuluki Raja Tanah Liat. Ia memegang rekor kemenangan beruntun terpanjang di satu jenis lapangan pada Era Terbuka dengan 81 kemenangan.
Dari keseluruhan 92 gelar tunggal yang diperoleh sepanjang kariernya, sebanyak 63 gelar diraih di atas permukaan tanah liat. Namun, perjalanan panjang selama 23 tahun tersebut akhirnya resmi berakhir pada musim 2024.
Keputusan Pensiun dan Akhir Karier Nadal
Nadal memutuskan gantung raket pada usia 38 tahun setelah melewati musim yang penuh tantangan akibat cedera. Ia terpaksa absen di Australian Open dan mengalami kekalahan awal di beberapa ajang, termasuk tumbang di putaran pertama French Open dari Alexander Zverev.
Ia sempat menembus perempat final Olimpiade Paris 2024 di nomor ganda bersama Carlos Alcaraz. Nadal juga mencapai final ATP Tour terakhirnya di Swedish Open, sebelum kalah dari Nuno Borges.
Pertandingan profesional terakhirnya terjadi pada Davis Cup Finals di Malaga saat ia kalah dari Botic van de Zandschulp, yang sekaligus memastikan kekalahan Spanyol dari Belanda di perempat final. Saat Wimbledon berlangsung, Nadal menegaskan tidak berencana untuk kembali bermain.
"Bagi saya, bab itu sudah benar-benar selesai. Saya tidak merindukan persaingan," kata Nadal kepada CNBC Sport.
Nadal tidak memungkiri bahwa dirinya tetap merindukan atmosfer dan emosi tertentu yang hanya didapatkan saat berkompetisi di level tertinggi.
"Tentu saja saya merindukan beberapa sensasi karena itu adalah emosi yang mungkin tidak akan pernah saya rasakan lagi dalam bidang kehidupan lain. Namun, saya sudah berdamai dengan keputusan tersebut. Saya mengambil keputusan itu ketika merasa tidak lagi mampu bersaing di level yang saya inginkan," ungkapnya.
Gairah Kompetisi Novak Djokovic
Berbeda dengan Nadal, Djokovic masih aktif bersaing di level elite pada usia 38 tahun. Pada Australian Open 2026, ia keluar sebagai runner-up setelah menelan kekalahan dari Carlos Alcaraz.
Pencapaian tersebut menempatkan Djokovic sebagai petenis tertua dalam sejarah yang berhasil menembus babak final Australian Open. Gelar Grand Slam terakhirnya diraih pada US Open 2023 setelah menundukkan Daniil Medvedev.
Kemenangan di Amerika Serikat itu mengukuhkan posisinya dengan rekor 24 gelar Grand Slam. Secara keseluruhan, Nadal dan Djokovic telah bertanding sebanyak 60 kali sepanjang karier profesional mereka.
Djokovic memegang catatan sebagai satu-satunya petenis yang pernah mengalahkan Nadal di empat turnamen Grand Slam berbeda. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di babak kedua Olimpiade Paris 2024 yang dimenangi Djokovic dalam dua set langsung.
Nadal kembali menegaskan bahwa motivasi besar untuk berkompetisi menjadi alasan utama rivalnya tetap bertahan di lapangan.
"Novak masih berada di sini karena ia mencintai olahraga ini dan masih memiliki gairah yang besar untuk berkompetisi. Selama ia tetap menjaga motivasinya dan kondisi fisiknya masih memungkinkan, ia akan terus memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan gelar di turnamen-turnamen terbesar. Apa yang telah ia capai benar-benar luar biasa," ujar Nadal.
Nadal menambahkan bahwa seluruh petenis di generasi mereka telah mendorong kemampuan fisik hingga batas maksimal.
"Kami semua telah mendorong karier kami hingga batas maksimal, dan dia masih terus melakukannya. Ketika seseorang telah memenangkan sebanyak yang kami raih, satu-satunya alasan untuk terus bermain adalah karena mereka masih menikmati persaingan dan merasa masih mampu tetap kompetitif."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow