PSIM Yogyakarta Renovasi Stadion Sultan Agung Demi Standardisasi Liga

Smallest Font
Largest Font

PSIM Yogyakarta merenovasi Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul demi memenuhi standar infrastruktur yang ditetapkan operator kompetisi menjelang Super League 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pembenahan fasilitas tersebut mencakup peningkatan kualitas pencahayaan stadion hingga penyediaan fasilitas single seat dengan estimasi anggaran mencapai miliaran rupiah.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menjelaskan bahwa pengeluaran dana untuk penyesuaian fasilitas stadion pendukung tim Laskar Mataram tersebut terbilang cukup besar.

"Setelah masuk ke Liga 1, kendalanya memang ada di lampu dan juga harus ada single seat. Kalau ditanya anggarannya berapa, ya memang besar. Nilainya miliaran rupiah, bukan miliar kecil tapi miliar yang cukup besar," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Manajemen klub memastikan bahwa seluruh perangkat tambahan yang dipasang di SSA akan tetap menjadi aset berharga milik PSIM.

"Barang tersebut tetap milik PSIM. Jadi kalau nanti kami kembali ke Mandala Krida, lampunya bisa dilepas. Vendor juga sudah kami beri tahu bahwa nantinya akan dikembalikan seperti semula sehingga bisa dibantu pemerintah untuk dipindahkan," kata Liana Tasno, Direktur Utama PSIM.

Di sisi operasional, perbaikan pencahayaan menjadi prioritas utama setelah inspeksi I.League menemukan bahwa daya lampu SSA belum memenuhi regulasi.

"Ada penambahan lagi untuk lampunya karena hasil inspeksi kemarin memang masih belum sesuai dengan standar regulasi liga. Lampunya harus mencapai 1.600 lux," ujar Wendy Umar Senoaji, Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta.

Pihak klub bahkan harus mengimpor jenis pencahayaan khusus karena spesifikasi lampu yang dibutuhkan tidak tersedia di pasar domestik.

"Lampunya sudah sampai di Indonesia karena memang lampu SSA ini tergolong langka. Di Indonesia tidak ada. Kami datangkan dari Polandia dan sebentar lagi sampai di Bantul untuk dirangkai," kata Wendy Umar Senoaji, Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta.

Pemasangan lampu LED serta perawatan lapangan utama juga terus digenjot untuk mendukung taktik permainan sang pelatih.

"Project LED sudah proses pemasangan. Mudah-mudahan bulan ini selesai semuanya, kemudian dilanjutkan dengan maintenance field of play di venue," ujar Wendy Umar Senoaji, Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta.

Kondisi rumput dan struktur lapangan SSA dinilai vital bagi skema permainan yang diusung oleh pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.

"Kontur dan struktur lapangan sangat menentukan pola permainan coach Van Gastel. Build-up dan aspek permainan lainnya membutuhkan kondisi lapangan yang prima. Beliau sangat concern terhadap lapangan dan venue SSA. Harapan kami bisa menyajikan apa yang beliau inginkan," kata Wendy Umar Senoaji, Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed