Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru
Persija Jakarta secara resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong sebagai arsitek anyar mereka untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027. Seperti dikutip dari Bola, mantan juru taktik Timnas Indonesia tersebut diperkenalkan secara langsung di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026). Manajemen tim Macan Kemayoran mengikat pelatih asal Korea Selatan tersebut dengan kesepakatan kontrak yang berdurasi selama tiga musim ke depan.
Agenda ini sekaligus menandai kembalinya sang pelatih ke dunia sepak bola tanah air setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal tahun 2025. Langkah strategis mendatangkan pelatih bereputasi internasional ini menegaskan ambisi besar Persija Jakarta untuk memburu mahkota juara Super League. Pada kompetisi musim lalu, klub kebanggaan Jakmania ini harus puas mengakhiri kompetisi di urutan ketiga setelah bersaing ketat dengan Persib.
Kehadiran nakhoda berusia 55 tahun ini diharapkan mampu menyudahi periode puasa gelar yang dialami klub ibu kota. Persija Jakarta tercatat terakhir kali mengangkat trofi tertinggi kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia pada musim 2018 yang lalu.
Kabar kesepakatan ini juga menarik perhatian media asing asal Korea Selatan, Chosun, yang turut mewartakan babak baru karier sang pelatih. Kepada media tersebut, juru taktik baru Persija ini menegaskan komitmennya untuk mengusung gaya permainan yang lebih atraktif dan ofensif. Perubahan besar akan dilakukan dengan mendaratkan sejumlah pilar baru berkualitas yang sesuai dengan skema permainan yang diinginkan. Komposisi ini diyakini mampu membawa tim menuju masa depan yang lebih cerah demi memenuhi target membawa pulang piala.
"Gaya alami saya adalah sepak bola menyerang. Karena saya selalu bermain melawan tim-tim kuat bersama tim nasional Indonesia, saya merancang taktik bertahan dan menggunakan strategi serangan balik," tutur Shin Tae-yong. "Namun, di liga, saya percaya bahwa jika kita berkonsultasi erat dengan tim nasional, manajer umum, dan pemilik klub untuk mendatangkan striker asing yang bagus, kita dapat memainkan gaya sepak bola yang jauh lebih kuat, lebih cepat, dan lebih menyerang," katanya.
Optimalisasi Potensi Pemain Muda
Sektor pemain muda juga menjadi fokus perhatian besar yang dinilai bakal memberikan kontribusi masif dalam perjalanan kompetisi nanti. Deretan nama potensial seperti Rayhan Hannan, Arlyansyah Abdulmanan, Aditya Warman, Zahaby Gholy, hingga Dony Tri Pamungkas diproyeksikan menjadi pilar penting. Strategi ini mengingatkan kembali pada rekam jejak sukses sang pelatih saat menukari kelompok umur di Timnas Indonesia U-20 dan U-23.
Di level tersebut, ia sukses mempersembahkan medali perunggu SEA Games 2021 dan posisi runner-up Piala AFF U-23 2023. Pencapaian paling fenomenal dalam kariernya di tanah air adalah saat mengantarkan skuad Garuda Muda menembus babak semifinal Piala Asia U-23 2024. Langkah bersejarah tersebut berhasil dicapai setelah menumbangkan tim kuat Korea Selatan di fase gugur.
"Ada banyak pemain muda di Jakarta juga. Untuk masa depan sepak bola Indonesia, kita harus memanfaatkan mereka secara maksimal dalam pertandingan. Meskipun mungkin bervariasi tergantung pada situasi, pemain muda berkembang seiring mereka bermain. Begitulah sepak bola Indonesia akan berkembang," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow