Persebaya Surabaya Rombak Besar-Besaran Skuad Jelang Super League 2026/2027
Persebaya Surabaya menjadi salah satu kontestan yang paling agresif dalam melakukan perombakan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Langkah berani ini diambil oleh manajemen tim setelah klub berjuluk Bajul Ijo tersebut gagal memenuhi target juara pada kompetisi musim lalu. Dilansir dari Bola, perubahan paling radikal terlihat pada sektor pemain asing dengan dilepasnya hampir seluruh legiun impor yang memperkuat tim musim lalu.
Secara keseluruhan, terdapat 11 pemain yang resmi mengakhiri kerja sama dengan Persebaya, di mana delapan di antaranya merupakan pilar asing skuad utama.
Delapan pemain asing tersebut adalah Bruno Moreira, Leo Lelis, Gustavo Fernandes, Bruno Paraiba, Mihalo Perovic, Milos Raickovic, Pedro Matos, dan Gali Freitas. Bruno Moreira kini telah resmi diperkenalkan sebagai pemain baru klub asal Thailand, Port FC, yang dijadwalkan akan bertanding di Surabaya dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
Sementara itu, penyerang sayap Gali Freitas dilepas ke Madura United dengan status pinjaman meskipun sang pemain masih menyisakan kontrak bersama Bajul Ijo. Selain legiun asing, tiga nama lokal juga resmi berpisah dengan manajemen Persebaya, yakni Oktafianus Fernando, Andhika Ramadhani, dan Riyan Adriansyah.
Langkah cuci gudang ini menjadi pesan kuat bahwa Persebaya berambisi membangun kekuatan baru demi meningkatkan daya saing mereka di papan atas liga. Ambisi tersebut juga didorong oleh momentum bersejarah, mengingat musim depan menjadi musim terakhir sebelum klub kebanggaan Surabaya ini menginjak usia satu abad pada tahun 2027. Untuk mengisi kekosongan, Persebaya bergerak cepat mengamankan jasa enam pemain lokal baru demi memperdalam kekuatan di setiap lini permainan.
Enam rekrutan lokal tersebut adalah penjaga gawang Reza Arya Pratama, bek tengah Syahrul Lasinari, bek kiri Yusuf Meilana, gelandang serang Dicky Kurniawan, pemain sayap Ricky Pratama, dan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta.
Perekrutan Ramadhan Sananta yang baru berusia 23 tahun menjadi sorotan utama karena ia diproyeksikan sebagai ujung tombak baru setelah tampil tajam di klub sebelumnya. Kepulangan Dicky Kurniawan juga menghadirkan kisah tersendiri karena sang gelandang akhirnya kembali ke klub yang membesarkan namanya di level akademi. Pada sektor pemain asing, manajemen Persebaya mendatangkan tujuh nama baru dari berbagai kompetisi untuk memperkuat fondasi tim.
Lini belakang kini diperkuat oleh duet bek tengah Yuran Fernandes dan Walber Mota, sedangkan sektor tengah akan diisi oleh Gledson Paixao serta Diogo Ramalho.
Guna mendongkrak produktivitas gol yang menjadi evaluasi musim lalu, lini serang kini mengandalkan trio Yann Mabella, Miguel Pereira, dan Alex Martins. Sebagian besar pemain asing baru ini tercatat sudah memiliki pengalaman merumput di kompetisi sepak bola Asia maupun Indonesia.
Keputusan merekrut pemain berpengalaman di liga domestik diambil agar proses adaptasi dan penyatuan visi bermain dapat berjalan lebih cepat selama masa pramusim. Kombinasi antara pemain senior, talenta muda potensial, serta tujuh legiun asing baru ini memicu optimisme tinggi di kalangan pendukung setia, Bonek dan Bonita.
Meski bursa transfer belum sepenuhnya ditutup, aktivitas agresif ini menempatkan Persebaya sebagai salah satu tim yang paling serius berbenah. Tugas berat kini berada di tangan pelatih Bernardo Tavares untuk meramu seluruh talenta baru ini menjadi kesatuan tim yang solid dan konsisten. Target utama tim tidak main-main, yakni membawa pulang trofi juara Super League 2026/2027 sekaligus memberikan kado terbaik menjelang perayaan ulang tahun ke-100 klub.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow