Pep Guardiola Peringatkan Barcelona Jangan Terobsesi Liga Champions

Smallest Font
Largest Font

Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan peringatan keras kepada Barcelona terkait ambisi besar mereka di kompetisi Eropa. Pria berusia 55 tahun tersebut menilai obsesi berlebihan untuk menjuarai Liga Champions justru bisa merusak proyek jangka panjang tim.

Seperti dikutip dari Bola, Barcelona tercatat belum pernah lagi memenangi trofi Liga Champions sejak tahun 2015. Meski demikian, turnamen tertinggi antarklub Eropa ini tetap menjadi target utama yang dikejar oleh klub asal Katalonia tersebut.

Guardiola yang baru saja kembali ke Barcelona setelah merampungkan masa bakti 10 tahun di Manchester City, sangat memahami besarnya tekanan di kompetisi ini. Saat menangani Man City, ia mempersembahkan gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Ketika menghadiri acara Yayasan Johan Cruyff di Katalonia, Guardiola mendapatkan pertanyaan mengenai hal yang masih kurang dari Barcelona untuk mengakhiri puasa gelar Eropa selama 11 tahun.

"Liga Champions menghancurkan banyak proyek. Saya berharap itu tidak terjadi pada Barcelona," kata Guardiola.

"Kita tidak boleh berpikir bahwa hanya karena gagal memenanginya, semua hal yang sudah dibangun menjadi tidak bernilai. La Liga adalah kompetisi yang menunjukkan konsistensi Anda."

Guardiola menerangkan bahwa keberhasilan sebuah tim di Liga Champions dipengaruhi banyak faktor yang tidak semuanya bisa dikendalikan oleh pelatih maupun pemain.

"Di Liga Champions, Anda harus tiba di fase akhir dalam kondisi terbaik, tanpa cedera. Pengaruh keputusan wasit juga sangat besar dalam kompetisi ini."

"Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan sehari-hari dan tim terus berkembang. Jangan berpikir bahwa jika Anda gagal mencapai final Liga Champions atau gagal memenanginya maka musim tersebut otomatis buruk," ujar Guardiola.

"Yang menentukan apakah sebuah musim berjalan baik atau tidak adalah La Liga," tegasnya.

Tekanan besar di kompetisi Eropa ini pernah dirasakan langsung oleh mantan pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. Valverde sukses membawa Barcelona meraih dua gelar La Liga secara dominan pada rentang waktu 2017 hingga 2019.

Namun, dua kegagalan krusial di babak gugur Liga Champions membuat posisinya digeser. Valverde kehilangan jabatannya meski timnya hanya menelan tujuh kekalahan di kompetisi domestik selama dua setengah musim.

Di sisi lain, Guardiola memberikan apresiasi terhadap kinerja positif yang ditunjukkan oleh pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick. Ia melihat Blaugrana kembali menjadi penantang kuat di level Eropa.

"Mereka menjalani dua tahun yang luar biasa," ujar Guardiola.

"Bukan hanya karena hasil yang diraih, tetapi juga karena cara mereka bermain dan betapa menyenangkannya menyaksikan mereka bertanding."

"Saya penggemar berat Hansi Flick, cara dia memainkan sepak bola, dan saya berharap dia bertahan selama mungkin," ucap pria berusia 55 tahun itu.

Menjelang musim kompetisi 2026/2027, Barcelona diperkirakan tetap bergerak aktif di bursa transfer setelah mendatangkan Anthony Gordon. Dua nama yang gencar dikaitkan adalah Bernardo Silva dan Julian Alvarez.

"Bernardo adalah pemain yang bisa beradaptasi dengan tim mana pun. Dia terlalu bagus," kata Guardiola.

"Dia juga sangat bagus. Pemain-pemain Manchester City memang sangat bagus," katanya.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed