Mengenal Pengertian Kudeta Jenis Faktor Penyebab dan Contohnya dalam Politik

Smallest Font
Largest Font

Pengambilalihan kekuasaan secara paksa dalam politik dikenal dengan istilah kudeta. Fenomena ini kerap memicu perubahan kepemimpinan dan pergantian rezim di berbagai negara, sebagaimana dilansir dari Id.

Istilah kudeta diserap dari Bahasa Prancis coup d'état yang bermakna pukulan terhadap negara. Berdasarkan KBBI, kudeta didefinisikan sebagai tindakan merebut kekuasaan pemerintahan secara paksa.

Pengertian lain disampaikan Christopher D. Moore yang dikutip Muhtar Haboddin dalam buku Pengantar Ilmu Pemerintahan. Moore menjelaskan kudeta sebagai pengalihan kekuasaan secara ekstra-legal yang menegaskan perubahan struktur sosial dan politik tradisional.

Aksi ini biasanya dilancarkan tanpa memedulikan kehendak rakyat, baik menggunakan tindakan kekerasan maupun tanpa kekerasan. Pelakunya berasal dari kelompok kecil seperti militer atau pihak berilmu politik yang memegang akses kekuatan negara.

Samuel P. Huntington mengelompokkan tindakan pengambilalihan kekuasaan ini ke dalam beberapa tipe berdasarkan tujuan serta pelakunya.

Tipe pertama adalah breakthrough coup d'état, yakni pengambilalihan oleh militer untuk menggulingkan rezim tradisional demi membentuk sistem pemerintahan dan elite birokrasi baru.

Tipe kedua disebut guardian coup d'état. Aksi ini digerakkan dengan dalih menjaga ketertiban umum atau menyelamatkan negara dari ancaman krisis atas nama patriotisme.

Tipe ketiga yakni veto coup d'état, yang dipicu konflik antara militer dengan kekuatan oposisi guna membendung pengaruh kelompok politik tertentu.

Selain klasifikasi Huntington, kudeta juga dibedakan menurut aktor pelaksananya. Kudeta militer menjadi bentuk paling sering terjadi karena angkatan bersenjata memiliki modal organisasi, persenjataan, dan akses keamanan.

Ada pula kudeta sipil yang dimotori oleh individu atau kelompok politik non-militer yang berpengaruh. Sementara itu, kudeta regional terbatas pada upaya penguasaan wilayah atau kota tertentu tanpa merebut pemerintahan pusat.

Faktor Pemicu Keterlibatan Kudeta

Perebutan kekuasaan tidak meletus secara mendadak, melainkan dipengaruhi sejumlah kondisi krusial. Ketidakstabilan politik akibat konflik antar-elite dan merosotnya kepercayaan publik menjadi pendorong utama.

Faktor sosial ekonomi seperti ketimpangan, kemiskinan, serta ketidakadilan turut menciptakan celah bagi kelompok tertentu untuk bertindak saat pemerintah dinilai gagal.

Risiko terjadinya pengambilalihan kekuasaan semakin tinggi jika institusi pemerintah lemah dan marak korupsi. Kondisi ini diperparah apabila militer memegang peranan terlalu dominan dalam panggung politik nasional.

Dukungan dari pihak eksternal atau negara asing berupa suntikan dana, logistik, maupun bantuan politik juga berpotensi memperkuat posisi kelompok pemberontak.

Rekam Jejak Sejarah dan Perbedaannya dengan Revolusi

Dalam catatan sejarah global, aksi pengambilalihan kekuasaan modern awal dicatat saat Napoleon Bonaparte menggulingkan Direktori di Prancis pada 9 November 1799. Kasus menonjol lainnya terjadi di Uganda pada 1971 di bawah pimpinan Idi Amin.

Pada rentang tahun 2006 hingga 2010, sederet peristiwa serupa tercatat meletus di Thailand (20 September 2006), Fiji (5 Desember 2006), Mauritania (6 Agustus 2008), Guinea (23 Desember 2008), Madagaskar (16 Maret 2009), Honduras (28 Juni 2009), hingga Nigeria (10 Februari 2010).

Meskipun sama-sama memicu pergeseran kekuasaan, terdapat perbedaan mendasar antara kudeta dan revolusi. Kudeta dijalankan oleh kelompok elite terbatas dalam tempo singkat dan umumnya hanya mengganti figur pemimpin.

Sebaliknya, revolusi menggerakkan massa rakyat dalam skala besar. Gerakan revolusi bertujuan merombak tatanan sosial, sistem ekonomi, serta struktur politik secara menyeluruh.

Advertisement
Scroll To Continue with Content

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: id.medanaktual.com without altering the facts of the original article.
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed