Pemkab Boalemo Evakuasi Perempuan Penderita Stroke ke Rumah Singgah DAMAI

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Boalemo bergerak cepat menyelamatkan seorang warga yang hidup sebatang kara dalam kondisi sakit. Rani Harun, perempuan berusia 49 tahun yang menderita stroke ringan, kini telah dievakuasi dari tempat tinggalnya yang tidak layak. Seperti dikutip dari Ulanda, Rani sebelumnya bertahan hidup seorang diri di sebuah bangunan kayu terbuka atau dego-dego.

Fasilitas penampungan sementara ini berlokasi di Dusun III, Desa Pentadu Barat, Kabupaten Boalemo. Kondisi kesehatannya yang menurun membuat Rani mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan pangan dan keperluan dasarnya selama ini hanya mengandalkan bantuan sukarela dari para tetangga sekitar.

Keadaan memprihatinkan tersebut kemudian dilaporkan oleh masyarakat kepada pemerintah daerah setempat. Laporan warga langsung direspons oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Boalemo melalui observasi lapangan.

Petugas segera memindahkan Rani ke Rumah Singgah DAMAI. Tempat ini merupakan fasilitas milik pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan sementara bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan sosial. Langkah penangkapan cepat ini turut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali. Kehadirannya dilakukan guna memastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Dalam peninjauan tersebut, Lahmuddin menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk segera mengambil tindakan. Ia meminta adanya pelayanan kesehatan, pendampingan sosial, serta pemulihan kondisi fisik maupun psikologis bagi Rani. Koordinasi lintas sektor kini telah dibangun oleh pemerintah daerah untuk penanganan yang menyeluruh. Dinas Sosial PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Pemerintah Desa Pentadu Barat dilibatkan dalam proses ini.

Program penanganan ini diintegrasikan melalui Program Penjangkauan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Program Disabilitas Terlantar. Tim gabungan juga melakukan asesmen mendalam untuk memetakan kebutuhan jangka panjang. Langkah pemetaan dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat memulihkan hak-hak dasar warga secara berkelanjutan.

Saat ini, Rani sudah menempati ruangan yang aman dan layak di Rumah Singgah DAMAI. Selain pemenuhan kebutuhan logistik harian, petugas juga mempersiapkan proses rujukan ke rumah sakit. Upaya ini ditujukan agar Rani segera mendapatkan pemeriksaan medis dan perawatan klinis yang lebih intensif.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed