Abaikan Arahan Jukir Satu Unit Motor Honda Scoopy Raib di Lapangan Merdeka Medan

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Aksi pencurian sepeda motor menimpa seorang pengendara di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan. Satu unit Honda Scoopy berwarna abu-abu dilaporkan hilang setelah pemiliknya mengikuti instruksi juru parkir untuk tidak mengunci stang kendaraan.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, seperti dikutip dari Id. Korban bersama rombongannya sengaja berhenti di lokasi tersebut untuk mencari jajanan malam.

Saat memarkirkan kendaraan, seorang oknum juru parkir mengarahkan korban agar membiarkan stang motor tidak terkunci. Alasan yang diberikan adalah untuk memudahkan penataan dan pergeseran posisi kendaraan di area parkir.

Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menuruti instruksi tersebut dan meninggalkan motornya. Namun, saat kembali satu jam kemudian pada pukul 21.00 WIB, sepeda motor tersebut sudah tidak berada di tempatnya.

"Kami sempat melakukan pencarian ke sana-kemari bersama orang-orang di sekitar lokasi, tapi hasilnya nihil. Motor benar-benar hilang," ungkap pihak pelapor dikutip dari unggahan akun Instagram @medantalk, Senin (22/6/2026).

Insiden ini langsung memicu gelombang kritik tajam dari warganet terkait lemahnya pengawasan di fasilitas publik. Kekesalan publik bertambah karena dalam video yang beredar, oknum juru parkir terkesan lepas tangan saat diminta pertanggungjawaban.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pemilik kendaraan agar lebih waspada. Pengendara diimbau untuk selalu mandiri dalam menjaga keamanan properti mereka saat berada di area publik.

Langkah Pencegahan Utama

Pemilik kendaraan disarankan untuk mengabaikan permintaan juru parkir yang melarang penguncian stang. Mengarahkan stang ke posisi kanan sangat dianjurkan karena efektif mempersempit ruang gerak pencongkelan kunci.

Penggunaan sistem pengaman ganda juga menjadi hal yang sangat krusial. Memasang gembok pada cakram rem, tuas rem, atau mengaktifkan alarm tambahan bisa memperlambat tindakan komplotan pencuri.

Masyarakat perlu memahami bahwa risiko kehilangan materiil di ruang jalanan sepenuhnya ditanggung oleh pemilik. Pengelola parkir atau oknum juru parkir pada umumnya tidak bersedia mengganti kerugian atas kehilangan yang terjadi.

Advertisement
Scroll To Continue with Content

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: id.medanaktual.com without altering the facts of the original article.
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed