Dua Kali Jadi Korban Lamine Yamal, Kini Mbappe Berjuang Putus Kutukan di Semifinal

Smallest Font
Largest Font

Beranda Olahraga Dua Kali Jadi Korban Lamine Yamal, Kini Mbappe Berjuang Putus Kutukan di Semifinal

Ulanda.id – Semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol bukan sekadar benturan dua raksasa Eropa. Di balik duel yang akan berlangsung di Stadion Dallas, Arlington, tersimpan cerita yang lebih personal. Sorotan kini mengarah kepada Kylian Mbappe, yang kembali harus berhadapan dengan sosok muda yang dalam dua tahun terakhir berkali-kali menjadi mimpi buruknya: Lamine Yamal.

Bagi Mbappe, pertandingan ini bisa menjadi momentum balas dendam. Namun di sisi lain, laga ini juga membuka kemungkinan sejarah kembali terulang apabila Spanyol mampu menyingkirkan Les Bleus.

Ingatan publik sepak bola masih sangat kuat terhadap semifinal Euro 2024. Saat itu Prancis sempat unggul lebih dulu, tetapi Spanyol bangkit dan menang 2-1. Salah satu momen paling dikenang adalah gol spektakuler Lamine Yamal yang mengubah arah pertandingan sekaligus mengantar La Roja menuju partai puncak.

Hansi Flick Dipuji Usai Bawa Barcelona Juara La Liga Tanpa Ricuh

Belum sempat melupakan kekalahan tersebut, Prancis kembali dipaksa mengakui keunggulan Spanyol di semifinal UEFA Nations League 2025. Dalam pertandingan dramatis yang berakhir 5-4, Yamal kembali menjadi tokoh utama dengan mencetak dua gol, sementara Mbappe hanya mampu memperkecil ketertinggalan.

Kini, panggung yang jauh lebih besar menanti. Semifinal Piala Dunia menjadi pertemuan pertama keduanya di ajang paling bergengsi dunia. Jika Spanyol kembali menang, maka Mbappe bukan hanya gagal membawa Prancis ke final, tetapi juga kembali harus menyaksikan Lamine Yamal merayakan kemenangan di hadapannya.

Meski demikian, situasi kali ini tidak sepenuhnya sama. Prancis datang dengan performa yang jauh lebih matang dibanding dua pertemuan sebelumnya. Pasukan Didier Deschamps belum pernah tertinggal sepanjang turnamen dan tampil sangat produktif melalui duet Mbappe dan Ousmane Dembele yang menjadi motor serangan Les Bleus. Mereka juga berpeluang mencatat sejarah dengan lolos ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Messi Cetak Rekor Multigol di MLS, Inter Miami Kian Dekati Puncak Klasemen

Di kubu Spanyol, rasa percaya diri juga sedang berada di titik tertinggi. La Roja baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan terus menunjukkan permainan kolektif yang sulit ditembus. Lamine Yamal kembali menjadi ancaman utama bersama Pedri, Rodri, dan Dani Olmo yang mampu mengontrol ritme pertandingan.

Yamal bahkan menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekannya tidak gentar menghadapi Prancis.

“Kami tidak takut menghadapi Prancis,” kata Yamal menjelang semifinal.

Duel nanti diperkirakan akan menjadi pertarungan dua filosofi berbeda. Prancis mengandalkan kecepatan transisi, kekuatan individu, dan efektivitas penyelesaian akhir Mbappe. Sebaliknya, Spanyol lebih mengandalkan penguasaan bola, kesabaran membangun serangan, serta kreativitas pemain mudanya.

Bagi Mbappe, laga ini bukan hanya tentang satu tiket menuju final. Ini adalah kesempatan menghapus dua kekalahan menyakitkan dari generasi baru sepak bola Spanyol yang dipimpin Lamine Yamal. Sebaliknya, jika La Roja kembali menang, maka Yamal akan semakin menegaskan dirinya sebagai sosok yang berulang kali menjadi batu sandungan terbesar bagi kapten Prancis tersebut.

Pertandingan diperkirakan berlangsung sangat ketat. Jika Mbappe mampu memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Spanyol, Prancis memiliki peluang besar memutus kutukan dua kekalahan terakhir. Namun bila Yamal kembali menemukan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin sejarah kembali berpihak kepada La Roja.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow