Luis Enrique Berpeluang Cetak Sejarah Baru Bersama Paris Saint-Germain
Keberhasilan Luis Enrique mengantarkan Paris Saint-Germain menembus babak final UEFA Champions League kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu juru taktik papan atas di dunia saat ini. Seperti dilansir dari Bola, tiket menuju partai puncak tersebut diraih setelah raksasa Prancis itu berhasil menyingkirkan Bayern Munich di Allianz Arena. Kini, Enrique memiliki kesempatan besar untuk menorehkan tinta emas baru dalam sejarah kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
Jika Paris Saint-Germain mampu menumbangkan Arsenal dalam laga final yang digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang, Enrique akan tercatat sebagai pelatih kedua yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions secara berturut-turut.
Hingga saat ini, rekor prestisius tersebut baru bisa diukir oleh Zinedine Zidane ketika menakhodai Real Madrid pada rentang tahun 2016 sampai 2018. Prestasi gemilang ini memicu spekulasi menarik di Spanyol, terutama di tengah situasi Real Madrid yang sedang mengalami krisis dan dirumorkan bakal mengganti pelatih pada bursa musim panas nanti.
Kendati demikian, nama Enrique hampir tidak pernah masuk dalam radar pencarian manajer baru di Santiago Bernabeu secara serius. Padahal, pelatih berkebangsaan Spanyol ini memiliki kedekatan historis karena pernah memperkuat Real Madrid sebagai pemain pada periode 1991 hingga 1995.
Meskipun demikian, jalinan sejarah yang rumit antara Enrique dan Los Blancos membuat kemungkinan reuni tersebut dinilai hampir mustahil terjadi. Faktor masa lalu yang sangat identik dengan Barcelona disinyalir menjadi penghambat utama bagi kedua belah pihak untuk kembali bekerja sama. Mantan pemain bertahan Barcelona yang juga pernah menjadi rekan setim Enrique, Abelardo Fernandez, turut memberikan pandangannya mengenai rumor tersebut dalam sebuah acara di Movistar+ selepas laga semifinal Liga Champions.
"I don't want Luis Enrique to go to Real Madrid because he is the best. But that would be amazing. It would be a big bomb," ujar Abelardo.
Pernyataan tersebut langsung mendapatkan respons dari mantan penyerang Real Madrid, Fernando Morientes. Morientes menilai ikatan masa lalu Enrique dengan publik Catalan membuat peluang kepindahan tersebut tertutup rapat bagi kedua pihak. "I don't see that happening from either side. Florentino Perez will not look at Luis Enrique because of his past, and Luis Enrique also feels much less interested in Real Madrid," kata Morientes.
Saat ini, Enrique masih terikat komitmen kontrak bersama Paris Saint-Germain yang berlaku hingga tahun 2027.
Di sisi lain, hubungan yang kurang harmonis antara sang pelatih dengan kubu Madrid sejatinya sudah mengakar sejak lama.
Ketegangan Sejarah dari Madrid Menuju Barcelona
Enrique pada awalnya merupakan sosok penting di skuad Real Madrid, di mana ia didatangkan dari Sporting Gijon dan berhasil mencatatkan lebih dari 200 penampilan untuk klub ibu kota Spanyol tersebut. Walaupun turut mempersembahkan titel juara La Liga pada tahun 1995, Enrique mengakui bahwa dirinya tidak pernah benar-benar mendapatkan tempat di hati para suporter Madrid.
"I rarely felt appreciated by Real Madrid fans," ucap Enrique dalam sebuah kesempatan. Hubungan tersebut kian memanas saat Enrique mengambil langkah kontroversial dengan menyeberang ke Barcelona secara cuma-cuma pada musim panas 1996. "I've always been a Barca fan.
At first a Sporting fan, then Barca. After leaving Madrid and officially joining, I called my brother who has been a fanatical Barca fan since childhood and said, 'Now we're really going to enjoy everything'," ujar Enrique.
Bersama Barcelona, Enrique justru bertransformasi menjadi ikon klub yang sangat dicintai publik Camp Nou.
Ia kerap membobol gawang Real Madrid dalam duel El Clasico dan melakukan selebrasi emosional di hadapan suporter di Santiago Bernabeu. "For a Barca player, it's always nice to be booed at the Santiago Bernabeu," katanya. Ketegangan itu kian meruncing setelah Enrique sukses mempersembahkan gelar treble winners untuk Barcelona saat bertindak sebagai manajer pada tahun 2015.
Ia juga sempat mendapatkan tudingan miring anti-Madrid kala menukari Timnas Spanyol karena dinilai minim memanggil pilar Real Madrid ke ajang 2022 FIFA World Cup.
Ketika disinggung mengenai peluang untuk menangani Real Madrid di masa depan, Enrique memberikan jawaban yang berseloroh namun sarat akan ketegasan. "I don't think anyone in history has ever been a player and coach for Barca and Madrid. I could actually break that record. But I won't do it," ujar Enrique.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow