Paris Saint-Germain Juara Liga Champions Setelah Kalahkan Arsenal

Smallest Font
Largest Font

Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menumbangkan Arsenal di partai final melalui babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3, dilansir dari Bola.

Pertandingan puncak tersebut harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, meliputi waktu normal dan perpanjangan waktu. Pelatih PSG, Luis Enrique, langsung merayakan kemenangan bersama para pemainnya setelah tendangan penalti kelima dari bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, melambung di atas gawang.

Kemenangan ini membuat klub asal Paris tersebut mencatatkan sejarah dengan meraih trofi elite Eropa ini selama dua musim berturut-turut. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi PSG di bawah arahan Luis Enrique sejak kedatangannya pada tahun 2023.

Menanggapi kesuksesan tersebut, juru taktik asal Spanyol itu mengungkapkan emosinya yang meluap setelah pertandingan selesai, seperti dilansir dari BBC.

"Saya merasa campur aduk, antara antuasias, lelah, dan berbagai emosi lainnya. Namun, ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih menjadi juara, dua kali berturut-turut, dan itu luar biasa," ujar Luis Enrique.

Mantan pelatih Barcelona tersebut juga menegaskan bahwa seluruh elemen tim, termasuk para suporter, sangat layak mendapatkan hasil maksimal ini setelah berjuang sepanjang musim.

"Kami layak mendapatkannya. Pendukung kami, sepanjang musim ini. Kami layak berada di pertandingan final ini," lanjut Luis Enrique.

Meski merayakan kemenangan besar, Luis Enrique tidak lupa memberikan apresiasi khusus atas performa skuad asuhan Mikel Arteta yang menyulitkan timnya.

"Pertandingan yang sangat berat dan sulit. Selamat untuk Arsenal, ini benar-benar pertandingan yang sangat sulit. Mereka bermain sangat baik. Mereka mencoba membawa pertandingan ke fase-fase yang menjadi kekuatan mereka," ujar Luis Enrique.

Ia menambahkan bahwa timnya berupaya keras meredam agresivitas lawan dengan strategi penguasaan bola dan tekanan tinggi di lapangan.

"Kami berusaha menguasai bola dan melakukan pressing. Pada akhirnya, kami berhasil memenangkan gelar juara," lanjut Luis Enrique.

Dua trofi Liga Champions berturut-turut ini mengakhiri penantian panjang PSG yang selama bertahun-tahun dominan di kompetisi domestik namun kerap gagal di Eropa. Pencapaian luar biasa ini membuat nama Luis Enrique disebut sebagai legenda baru klub, meski dirinya enggan memikirkan status tersebut.

"Legenda? Saya tidak tertarik dengan hal itu," tegas Luis Enrique.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed