Liverpool Capai Kesepakatan Verbal dengan Andoni Iraola

Smallest Font
Largest Font

Klub raksasa Liga Inggris, Liverpool, dilaporkan bergerak cepat menyepakati kerja sama verbal dengan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, pada Selasa untuk mengisi posisi manajer baru setelah resmi berpisah dengan Arne Slot akhir pekan lalu. Langkah manajemen The Reds dalam merekrut juru taktik asal Spanyol tersebut diambil setelah Iraola sukses membawa Bournemouth finis di peringkat keenam Premier League, sebagaimana dilansir dari Bola. Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, melihat penunjukan ini sebagai keputusan positif yang mampu mengembalikan gairah dan menyerukan optimisme tinggi di kalangan pendukung setia klub.

"Saya cukup bersemangat karena setelah melihat cara Bournemouth bermain, tidak ada alasan untuk berpikir dia tidak akan menerapkan pendekatan yang sama," kata Danny Murphy, Legenda Liverpool.

Murphy menilai bahwa karakter kepemimpinan Iraola sangat menonjol dalam hal taktik agresif di atas lapangan hijau. "Dalam hal bermain berani, mengambil inisiatif, menekan lawan dengan intensitas tinggi, dan memainkan sepak bola menyerang," imbuh Danny Murphy, Legenda Liverpool.

Lebih lanjut, pria yang membela Liverpool pada periode 1997-2004 ini menganggap penyegaran di kursi kepelatihan sangat krusial demi menjaga keharmonisan internal tim dan suporter. "Ketika basis suporter mulai kecewa terhadap manajer dan cara tim bermain, lalu mulai berbalik menyerangnya, Anda hanya menunda sesuatu yang pada akhirnya akan terjadi juga," ujar Danny Murphy, Legenda Liverpool.

Menurutnya, kehadiran mantan pelatih Bournemouth tersebut akan memberikan suntikan moral baru bagi skuad Merseyside menjelang kompetisi musim depan. "Saya percaya, Liverpool sekarang berada dalam posisi yang lebih baik, dan itu bukan semata-mata karena kepergian Slot." "Merekrut Iraola adalah pilihan terbaik karena para suporter memasuki musim baru dengan harapan dan antusiasme, bukan rasa takut."

"Anda tidak ingin memulai musim ketika para pemain sudah merasakan kecemasan sejak awal. Ini cara terbaik yang bisa diambil Liverpool," lanjut Danny Murphy, Legenda Liverpool.

Kendati demikian, pria yang kini aktif sebagai analis Match of the Day dan kolumnis BBC Sport ini tidak menutupi adanya tantangan besar terkait reputasi klub. "Saya memang punya beberapa keraguan karena dia belum pernah melatih klub sebesar ini sebelumnya," ujar Danny Murphy, Legenda Liverpool. Ia mengingatkan adanya tekanan masif dari media maupun publik global yang akan langsung dihadapi oleh pelatih berusia 44 tahun tersebut.

"Dia mungkin akan terkejut melihat seberapa besar pengaruh pekerjaan ini terhadap kehidupan pribadinya ketika Anda menjadi manajer Liverpool."

"Bahkan sebagai pemain, semuanya berubah dalam semalam karena ini adalah salah satu klub terbesar di dunia. Apa pun yang Anda lakukan akan dibahas dan diawasi, baik secara lokal maupun global," tutur Danny Murphy, Legenda Liverpool. Murphy juga mempertanyakan kesiapan fisik skuad yang ada saat ini dalam mengadopsi taktik menekan sepanjang musim.

"Sulit membayangkan bagaimana cara menciptakan itu dengan skuad yang ada saat ini." "Karena itu, bursa transfer musim panas akan sangat penting bagi Liverpool. Skuad sekarang kurang memiliki tenaga, mobilitas, dan pemain yang benar-benar kuat saat tim tidak menguasai bola," tambah Danny Murphy, Legenda Liverpool.

Di sisi lain, perwakilan suporter dari podcast Spion Kop, Peter Bolster, menyampaikan kegembiraannya atas proyek baru yang diusung manajemen klub. "Saya sangat bersemangat, bahkan sedikit terkejut dengan betapa antusiasnya saya," kata Peter Bolster, Suporter Liverpool. Bolster mengaku sempat kehilangan gairah dalam mendukung tim kesayangannya sepanjang atmosfer kompetisi musim lalu.

"Pada sebagian besar musim lalu, saya tidak bersemangat menonton Liverpool."

"Saya tidak bersemangat pergi ke Anfield dan tentu saja tidak bersemangat menyambut pramusim maupun awal musim berikutnya. Apa pun yang terjadi mulai sekarang, saya merasa bersemangat," ungkap Peter Bolster, Suporter Liverpool. Ia menegaskan pendukung Liverpool sangat menyukai arah pembangunan skuad di bawah kendali manajer baru.

"Iraola mungkin saja menjadi pengganti yang sempurna. Bisa juga dalam dua tahun ke depan kami duduk di sini dan mengatakan semuanya tidak berjalan sesuai harapan."

"Tetapi, saya menyukai proyek ini, dan itulah yang diinginkan semua suporter," katanya Peter Bolster, Suporter Liverpool.

Sementara itu, pendukung lainnya bernama Ian Walker mengungkapkan bahwa besarnya tekanan di Anfield sempat membuat beberapa manajer terdahulu mengalami kesulitan besar. "Saya memiliki perasaan yang bercampur. Gaya bermain musim lalu memang harus segera diubah."

"Namun, pekerjaan ini terbukti terlalu berat bagi sebagian orang, baik dalam hal menjaga konsistensi hasil maupun menghadapi ekspektasi suporter dan tekanan media," ujarnya Ian Walker, Suporter Liverpool. Walker kemudian merefleksikan situasi historis pelatih masa lalu, termasuk saat Jurgen Klopp memutuskan menyudahi masa jabatannya.

"Saya masih bisa mengingat Roy Hodgson yang frustrasi di bangku cadangan ketika hasil tidak berjalan baik." "Bahkan Jurgen Klopp yang dicintai suporter, pemain, dan klub pun akhirnya harus berhenti setelah meraih banyak kesuksesan dan memainkan sepak bola yang menarik." "Semoga berhasil untuk Iraola," katanya lagi Ian Walker, Suporter Liverpool.

Penilaian senada datang dari perwakilan The Redmen TV, Ste Plunkett, yang memandang karakter Iraola sangat cocok dengan komposisi materi pemain yang dimiliki Liverpool saat ini.

"Dari semua pelatih yang tersedia, dia terlihat sebagai sosok yang paling cocok berdasarkan cara timnya bermain dan apa yang kami inginkan dari seorang manajer Liverpool." "Saya merasa pembangunan skuad musim panas lalu, ditambah kemungkinan tambahan pemain musim ini, membuat Liverpool harus mencari pelatih yang sesuai dengan komposisi tim." "Menurut saya, kami tidak memiliki itu musim lalu," ujarnya Ste Plunkett, Perwakilan The Redmen TV.

Plunkett menambahkan bahwa absennya rekam jejak Iraola di kancah Eropa justru dapat menjadi keuntungan tersendiri untuk menghadirkan atmosfer baru tanpa beban masa lalu.

"Tentu akan lebih baik jika dia punya pengalaman di kompetisi Eropa. Namun, selama ini dia tidak pernah terlalu peduli terhadap reputasi lawan atau siapa yang dihadapinya." "Itu tidak pernah mengganggunya. Justru karena semuanya masih baru baginya, saya pikir dia akan datang dengan energi segar tanpa membawa beban dari kegagalan-kegagalan sebelumnya," kata Ste Plunkett, Perwakilan The Redmen TV.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed