Kurs Rupiah 4 Juni 2026 Melemah Tembus Rp18.021 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terdepresiasi pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Mata uang Indonesia bahkan merosot hingga melewati level psikologis Rp18.000 per dolar AS akibat tekanan hebat di pasar keuangan global.
Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip dari Info pada pukul 09.15 WIB, rupiah di pasar spot melemah sebesar 55 poin atau sekitar 0,31 persen. Penurunan tersebut membuat kurs rupiah bertengger di posisi Rp18.021 per dolar AS.
Tren pergerakan di zona merah ini memicu perhatian besar dari para pelaku pasar. Fluktuasi negatif ini terjadi akibat kombinasi sentimen global, keperkasaan dolar AS, serta tingginya ketidakpastian ekonomi internasional.
Tekanan dari dolar AS memicu pergerakan yang bervariasi di antara mata uang kawasan Asia pada perdagangan hari ini. Sebagian mata uang berhasil menguat, sementara beberapa lainnya ikut tertekan bersama rupiah.
Yen Jepang tercatat menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong naik 0,03 persen, dan dolar Singapura bertambah 0,01 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,15 persen.
Won Korea Selatan mengalami penguatan sebesar 0,34 persen, diikuti peso Filipina yang naik 0,23 persen. Sementara itu, rupee India terkoreksi cukup dalam sebesar 0,46 persen.
Yuan China menguat tipis 0,04 persen dan baht Thailand naik 0,09 persen. Namun, ringgit Malaysia harus pasrah melemah 0,37 persen di hadapan dolar AS.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan berada dalam rentang yang fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Meski demikian, mata uang garuda diperkirakan berpotensi menutup perdagangan dengan pelemahan.
Ia memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak pada kisaran rentang harga yang cukup lebar hari ini.
"Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS," kata Ibrahim Assuaibi.
Situasi pergerakan nilai tukar ini masih sangat bergantung pada dinamika ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta sentimen pasar modal. Pelaku usaha dan masyarakat diimbau memantau pergerakan ini karena dapat memengaruhi harga barang impor serta stabilitas pasar keuangan domestik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow