Kejurnas Mandalika Racing Series 2026 Sedot Ribuan Penonton
Seri kedua Kejuaraan Nasional Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, pada 19-21 Juni sukses mendatangkan 5 ribu penonton secara langsung, seperti dilansir dari Bola.
Ajang yang diselenggarakan oleh PRIDE Motorsport, MGPA, ITDC, dan IMI ini diikuti oleh 106 starter. Operasional balapan didukung penuh oleh keterlibatan 390 marshall serta 38 tenaga medis di lapangan.
Pihak MGPA menyediakan fasilitas shuttle untuk memudahkan penonton menuju Grand Stand A demi meningkatkan kehadiran massa. Selain itu, penyelenggara melibatkan 12 UMKM di area paddock dan Grand Stand A, sementara tayangan live streaming di YouTube mencatat 228.211 pemirsa.
Dukungan berkelanjutan dari sektor korporasi menjadi pilar utama kompetisi yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya tersebut.
"Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah kompetisi yang profesional demi menyiapkan talenta dan bakat pembalap muda Indonesia menuju jenjang internasional," ujar Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina.
Pihak sponsor menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pembinaan atlet muda nasional agar dapat bersaing di tingkat global.
"Langkah ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia, di mana Pertamina tidak hanya hadir memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjadi motor penggerak yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk membawa nama bangsa ke panggung dunia," tambah Baron.
Sistem kompetisi yang tertata di sirkuit internasional ini dinilai memberikan dampak positif pada kualitas performa para atlet.
"Kita bisa melihat dari kualitas peserta di setiap kelasnya terus meningkat dari kompetisi yang sudah dibangun di Pertamina Mandalika Racing Series," tutur Ananda Mikola, Direktur Utama MGPA.
Pihak pengelola sirkuit menyatakan kepuasannya terhadap peningkatan partisipasi peserta, terutama pada kategori usia dini.
"Secara keseluruhan event ini berjalan dengan sukses karena setiap tahun pesertanya bertambah khususnya di kelas pembinaan Junior U-15."
Kenaikan jumlah peserta diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi pembalap lokal ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
"Dengan demikian kita bisa menghasilkan para pembalap muda yang sudah siap tampil di kejuaraan internasional berdasarkan usianya."
Manajemen sirkuit menekankan bahwa keberhasilan program pembinaan jangka panjang ini memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
"Dalam menjalankan event ini tentu saja membutuhkan dukungan semua pihak agar sistem pembinaan pembalap bisa berjalan dengan baik dan benar melalui sebuah kompetisi nasional,” sebut Ananda.
Pada hasil kejuaraan kelas Sport 150 U-15 IJTC, Resky YH memenangi race pertama dan Gian Muhammad Gibran memenangi race kedua, membuat Resky memimpin klasemen dengan 86 poin. Di kelas National Sport 150, Fahmi Basam meraih double podium dan memuncaki klasemen dengan 91 poin, sementara Aldiaz Aqsal Ismaya memenangi Superpole Race.
Pada kelas National Sport 250, Andi Farid Iztihar memenangi dua race utama untuk memimpin klasemen dengan 119 poin, sedangkan Fahmi Basam mengamankan sesi Superpole Race. Kategori National Supersport 600 didominasi oleh Herjun Atna Firdaus dengan dua podium utama sehingga memimpin klasemen lewat 113 poin, sementara M Faerozi Toreqottullah menguasai Superpole Race.
Selanjutnya, kelas Junior Sport 250 U-18 menempatkan M Abid Azhar Musafa di puncak klasemen dengan 100 poin setelah menyapu bersih podium utama. Pada kelas Underbone 150, Fadli Rigani memenangi race pertama, Rendi Oding memenangi race kedua untuk memimpin klasemen dengan 103 poin, dan Dimas Juliatmoko menjadi yang terbaik di sesi Superpole Race.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow