Inggris Uji Aturan Baru Tactical Timeout Penjaga Gawang
Uji coba aturan baru untuk membatasi praktik tactical timeout penjaga gawang resmi dimulai di sepak bola Inggris, sebagaimana dilansir dari Bola. Kebijakan ini mewajibkan sebuah tim tampil dengan 10 pemain selama satu menit ketika kiper mereka menerima penanganan medis di lapangan. Kesepakatan tersebut dicapai oleh FA, Premier League, EFL, National League, dan Women's Super League setelah memperoleh lisensi dari IFAB.
Ketika tim medis diizinkan masuk, pelatih mengantongi waktu 10 detik untuk menentukan satu pemain lapangan yang harus keluar sementara waktu.
Nama pemain pilihan pelatih wajib diserahkan kepada ofisial keempat sebelum laga dilanjutkan. Jika pelatih tak segera menunjuk pemain hingga batas waktu habis, kapten tim otomatis diminta meninggalkan area pertandingan.
Pertandingan Carabao Cup antara Tranmere dan Rochdale menjadi laga perdana yang menerapkan regulasi anyar ini. Kompetisi A-League Australia turut menguji aturan serupa, namun menetapkan kapten tim sebagai sosok yang wajib keluar dari lapangan.
Langkah pengetatan ini diambil lantaran momen perawatan kiper kerap dimanfaatkan pelatih untuk menginstruksikan strategi kepada pemain di garis tepi. Aksi duduk di lapangan oleh penjaga gawang dinilai sering memutus momentum dominasi permainan tim lawan. Kritik tajam pernah disampaikan pelatih Leeds United, Daniel Farke, yang menuding kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sengaja berpura-pura cedera.
IFAB sebenarnya telah meminta perangkat pertandingan membatasi interaksi pemain di area teknis pada Piala Dunia 2026 mendatang.
Meski begitu, otoritas Inggris menganggap pembatasan itu belum cukup efektif menghentikan jeda taktis di tengah pertandingan. Prinsip regulasi ini diadopsi dari aturan pemain lapangan yang wajib keluar satu menit seusai menerima penanganan medis. Pengamat sepak bola, Danny Murphy, sebelumnya menyarankan agar penalti pengurangan pemain diberikan kepada pemain lapangan saat kiper cedera.
"Saya pikir aturan ini bisa diubah dengan sangat cepat. Jika seorang kiper terjatuh karena cedera, daripada dia yang harus keluar, satu pemain lapangan saja yang keluar sehingga semuanya menjadi adil," ujar Murphy.
"Perubahan kecil, tetapi bisa membawa dampak yang sangat besar," imbuhnya.
Ancaman tampil minus satu pemain diharapkan efektif meredam niat tim memanfaatkan situasi, terutama saat mengamankan skor di menit akhir.
Pengecualian Aturan
Penerapan aturan baru ini tidak berlaku mutlak pada seluruh situasi cedera penjaga gawang.
Tim tak perlu mengeluarkan pemain jika perawatan kiper tak menghentikan laga atau terjadi akibat benturan dengan rekan setim. Pengecualian juga diberikan jika kiper menderita pendarahan, cedera serius, gegar otak, atau dilanggar langsung oleh lawan.
Apabila kiper harus langsung diganti akibat cedera, proses pergantian pemain dapat berjalan normal tanpa penundaan. Namun, muncul kekhawatiran aturan ini membuat pemain memaksakan diri tampil meski cedera demi menghindari kekurangan jumlah pemain.
Evaluasi VAR dan Mistaken Identity
Selain uji coba kiper, IFAB memberikan klarifikasi penggunaan aturan mistaken identity yang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Sanksi kartu kuning sempat diberikan kepada Miguel Almiron dari Paraguay dan Breel Embolo asal Swiss akibat insiden simulasi. Kartu kuning tersebut mengakibatkan Embolo menerima kartu merah saat laga perempat final melawan Argentina.
Meskipun menangguk respons positif, penerapan aturan ini dibekukan sementara hingga proses peninjauan protokol VAR selesai dilakukan.
Evaluasi menyeluruh terhadap aturan kiper akan dipantau IFAB sepanjang musim sebelum dipertimbangkan menjadi aturan permanen pada musim 2027/2028.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow