Harga Emas Spot Dunia Anjlok ke Level US$3.998 per Troy Ons
Harga emas dunia di pasar spot ditutup anjlok hingga menyentuh level US$3.998,5 per troy ons pada perdagangan Senin (13/7/2026). Penurunan tajam sebesar 2,97 persen ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.
Koreksi signifikan ini menekan kinerja logam mulia setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir. Melemahnya aset investasi aman ini berbanding terbalik dengan pergerakan harga minyak mentah dunia yang justru mengalami lonjakan besar pada periode perdagangan yang sama.
Pelemahan harga emas tidak hanya terjadi pada pasar spot, melainkan juga merembet ke pasar berjangka komoditas internasional. Penurunan ini mempertegas tren pelemahan emas global yang sudah berlangsung sejak kuartal sebelumnya akibat perubahan peta kebijakan moneter global.
Rincian Penurunan Emas dan Perak
Berdasarkan data perdagangan komoditas pada Senin (13/7/2026), berikut adalah rincian koreksi harga logam mulia dunia:
- Harga emas spot dunia melemah ke posisi US$3.998,5 per troy ons setelah sebelumnya sempat ditutup turun 1,54 persen menjadi US$4.057,76 per ons (setara Rp73,6 juta dengan kurs Rp18.109 per dolar AS) pada perdagangan Senin pukul 05:05 GMT atau 12:05 WIB.
- Harga emas berjangka dunia melemah sebesar 1,17 persen menuju level US$4.065,45 per ons atau setara Rp73,8 juta.
- Harga perak dunia ikut mengalami penurunan tajam sebesar 2,80 persen menjadi US$58,19 per ons atau setara Rp1,05 juta.
Koreksi Kuartalan Terbesar Sejak 2013
Penurunan yang terjadi pada pertengahan Juli 2026 ini melanjutkan tren negatif performa emas dari periode sebelumnya. Berdasarkan laporan Bareksa, harga emas global mencatatkan penurunan sebesar 14,14 persen pada kuartal II 2026, yang menjadikannya sebagai koreksi kuartalan terbesar sejak tahun 2013.
Penyebab Utama Pelemahan Harga Emas
Banyak pelaku pasar mempertanyakan "kenapa harga emas dunia terus turun" secara konsisten belakangan ini. Faktor utama pendorong tren negatif ini adalah spekulasi kebijakan suku bunga ketat yang akan diambil oleh bank sentral Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Sentimen Suku Bunga Federal Reserve
Berdasarkan data CMEFedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%–4% pada rapat September mendatang kini telah mencapai 51,3 persen. Angka probabilitas ini melonjak dari posisi pekan sebelumnya yang hanya sebesar 46,2 persen.
Ekspektasi kenaikan suku bunga ini memperkuat posisi dolar AS dan menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah. Kondisi tersebut secara langsung mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi tanpa imbal hasil, sehingga memicu aksi lego massal oleh para pelaku pasar.
Anomali Pasar dan Lonjakan Harga Minyak
Di tengah kejatuhan sektor logam mulia, pasar energi justru mengalami pergerakan yang berlawanan arah. Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan meroket sebesar 10,72 persen dan ditutup pada posisi US$84,17 per barel akibat ketegangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dampak Terhadap Nilai Tukar Rupiah
Penurunan harga emas dunia ini berjalan beriringan dengan pergerakan mata uang domestik terhadap dolar AS. Berdasarkan harga penutupan pasar spot pada 13 Juli 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) berada di level Rp18.105 per dolar AS.
Bagi para investor dalam negeri, fluktuasi ganda dari harga emas dunia dan nilai tukar rupiah berimbas langsung pada harga konversi emas lokal. Banyak pelaku pasar memanfaatkan momentum koreksi ini untuk melakukan strategi investasi emas DCA (Dollar Cost Averaging) guna mendapatkan rata-rata harga beli yang lebih rendah.
Riwayat Pergerakan Harga Emas Satu Bulan Terakhir
Pergerakan harga emas spot dunia (XAU/USD) dalam periode satu bulan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis sebelum akhirnya menembus level di bawah US$4.000 per troy ons. Berikut adalah tabel riwayat pergerakan harga emas spot dunia dari pertengahan Juni hingga awal Juli 2026:
| Tanggal Referensi | Harga Spot (US$) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| 15 Juni 2026 | US$4.309,34 | +2,13% |
| 23 Juni 2026 | US$4.110,26 | -1,94% |
| 30 Juni 2026 | US$4.008,48 | -0,23% |
| 13 Juli 2026 | US$3.998,50 | -2,97% |
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Penurunan tajam pada Senin kemarin semakin menegaskan sensitivitas komoditas emas terhadap arah kebijakan moneter AS. Perubahan sentimen di pasar keuangan global diperkirakan masih akan terus membayangi pergerakan harga emas hingga pelaksanaan rapat komite kebijakan Federal Reserve pada September mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow