Harga Emas Global Naik ke US$4.011 Akhir Pekan Ini Dampak Konflik AS dan Iran
Harga emas dunia hari ini terpantau bergerak naik pada penutupan perdagangan akhir pekan, Minggu (19/7/2026). Komoditas logam mulia spot menguat 1 persen ke level US$ 4.011,29 per ons troi setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak akhir Juni lalu.
Kenaikan tipis di akhir pekan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan kebijakan moneter global. Kendati mengalami penguatan menjelang penutupan, harga emas secara akumulatif masih terkoreksi sebesar 2,6 persen sepanjang pekan ini.
Pergerakan positif juga terjadi pada kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus yang ditutup naik 0,7 persen ke level US$ 4.018,80 per ons troi. Sementara itu, bursa komoditas global mencatat harga penutupan emas pada perdagangan Jumat malam berada di posisi US$ 4.016,69 per troy ons, atau melonjak 1,18 persen dalam sehari.
Dampak Konflik Geopolitik Terhadap Komoditas Global
Ketegangan yang melibatkan kekuatan global di Timur Tengah menjadi pemicu utama fluktuasi investasi emas logam mulia belakangan ini. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari telah memicu volatilitas tinggi pada pasar komoditas global.
Dampak perang terhadap harga minyak dan emas terlihat sangat kontras dalam beberapa bulan terakhir. Di saat konflik ini membuat harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 16 persen sepanjang pekan, harga emas justru sempat tertekan hebat sebelum akhirnya berbalik menguat tipis.
Secara historis sejak perseteruan tersebut dimulai pada akhir Februari, harga emas global sebenarnya telah mengalami penurunan total sekitar 25 persen. Kendati demikian, status emas sebagai aset aman (safe haven) dinilai tetap menarik minat pasar di tengah ketidakpastian situasi keamanan dunia saat ini.
Selain faktor geopolitik, fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Tekanan pada emas komoditas beberapa waktu lalu dipicu oleh ekspektasi bahwa kebijakan pengetatan moneter di Negeri Paman Sam tersebut masih akan berlanjut.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan ada peluang sekitar 58 persen untuk prediksi suku bunga fed bulan september akan mengalami kenaikan. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini yang menjadi salah satu penyebab harga emas turun secara akumulatif dalam skala mingguan.
Di sisi lain, pergerakan instrumen logam mulia lainnya menunjukkan tren yang bervariasi pada penutupan pekan ini. Berikut adalah rincian harga komoditas logam mulia lainnya di pasar spot dunia:
- Harga perak spot mengalami kenaikan sebesar 1 persen menjadi US$ 56,06 per ons troi.
- Harga platinum mencatatkan penurunan sebesar 1,4 persen ke level US$ 1.595,64 per ons troi.
- Harga paladium bergerak stabil dan bertahan di level US$ 1.249,63 per ons troi.
Perkembangan Pasar Domestik dan Minat Investor
Sinyal positif dari pasar global langsung memberikan dampak pada pergerakan harga logam mulia di dalam negeri. Harga logam mulia batangan seberat 1 gram di pasar domestik tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp8.000 menjadi Rp2.614.000 dibandingkan harga hari sebelumnya yang berada di angka Rp2.606.000.
Kenaikan ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback oleh produsen domestik. Harga buyback melesat naik sebesar Rp16.000 per gram dan menempatkan harga tebus di posisi Rp2.349.000 dari posisi hari sebelumnya.
Riset dari bank investasi global menilai bahwa tingkat kepemilikan emas dalam portofolio investor swasta saat ini sebenarnya masih relatif rendah. Kondisi tersebut membuka peluang tersendiri bagi pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum fluktuasi ini sebagai bagian dari diversifikasi aset.
| Jenis Komoditas | Harga Pasar Spot | Perubahan Harian |
|---|---|---|
| Emas Spot | US$ 4.011,29 per ons troi | Naik 1% |
| Perak Spot | US$ 56,06 per ons troi | Naik 1% |
| Platinum | US$ 1.595,64 per ons troi | Turun 1,4% |
| Paladium | US$ 1.249,63 per ons troi | Stabil |
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Hingga saat ini, pergerakan nilai komoditas masih sangat bergantung pada dinamika politik luar negeri serta rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru. Investor domestik diharapkan terus memantau pergerakan nilai tukar dan perkembangan harga secara berkala untuk mengambil keputusan investasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow