Harga Emas Dunia Turun ke Level 4121 USD per Trow Ounce

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia hari ini, Senin, 13 Juli 2026, tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh level 4.121,05 USD per t.oz. Penurunan nilai komoditas ini dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi Amerika Serikat terkini.

Berdasarkan data perdagangan akhir pekan lalu yang dilansir dari id.tradingeconomics.com, harga emas dunia melorot sebesar 0,06 persen dari hari sebelumnya. Dalam kurun waktu seminggu, komoditas pelindung nilai ini sudah melemah sekitar 1,5 persen.

Pergerakan negatif ini meluas dalam akumulasi bulanan dengan catatan penurunan sebesar 2,18 persen. Kendati demikian, performa harga emas dunia saat ini masih berada 22,77 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tekanan terhadap harga emas dunia tidak lepas dari rilis data makroekonomi kuartal kedua di Amerika Serikat. Tingkat inflasi di negara tersebut berada di angka 4,20 persen pada Mei 2026, sementara suku bunga Federal Reserve tertahan di level 3,75 persen pada Juni 2026.

Kondisi tingkat suku bunga yang relatif tinggi ini membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi sedikit berkurang di mata para pelaku pasar modal global. Investor cenderung beralih ke instrumen pasar keuangan lain yang memberikan imbal hasil langsung.

Di sisi lain, terdapat faktor geopolitik yang menahan kejatuhan emas lebih dalam. Ketegangan yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak bumi hingga 5 persen dalam sepekan, sehingga menaikkan risiko inflasi global.

Harga Emas Hari Ini Jumat 10 Juli 2026 Emas Antam Naik Jadi Rp2 Juta per Gram Ini Rinciannya | infobanktv

Perbandingan Performa Komoditas Lain

Pelemahan perdagangan tidak hanya melanda komoditas emas murni saja. Beberapa logam berharga dan bahan baku industri lainnya terpantau bergerak bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi dalam rentang bulanan.

Berikut adalah perincian pergerakan harga beberapa komoditas global per 10 Juli 2026:

  • Perak: Pergerakan harian turun 0,17 persen dan anjlok 11,12 persen dalam sebulan.
  • Litium: Mengalami penurunan harian 2,21 persen serta susut 6,91 persen secara bulanan.
  • Platina: Melemah 0,07 persen secara harian dan terkoreksi 2,20 persen secara bulanan.
  • Tembaga: Berhasil naik 0,30 persen secara harian, meski dalam sebulan turun 0,41 persen.

Untuk memberikan gambaran perbandingan data yang lebih komprehensif, berikut disajikan tabel harga komoditas non-emas di pasar internasional:

Daftar Harga Komoditas Internasional per Juli 2026
Nama KomoditasHarga NominalPerubahan HarianPerubahan Tahunan
Perak59,85 USD-0,17%+55,70%
Tembaga6,23 USD+0,30%+12,58%
Baja3.069,00 USD-0,32%-0,55%
Litium155.000,00 USD-2,21%+143,14%
Platina1.629,00 USD-0,07%+12,00%
Bijih Besi98,72 USD+0,15%+2,08%

Proyeksi Pasar dan Cadangan Global

Meskipun saat ini sedang mengalami tekanan jangka pendek, instrumen emas diprediksi bakal kembali pulih dalam jangka panjang. Harga komoditas ini diperkirakan akan diperdagangkan pada level 4.203,76 USD per t.oz pada akhir kuartal ini.

Dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, harga emas dunia diproyeksikan mampu merangkak naik hingga mencapai posisi 4.501,01 USD per t.oz. Target ini masih di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah ditembus pada Januari 2026 di angka 5.608,35 USD per t.oz.

Keyakinan pasar terhadap logam mulia ini juga tercermin dari besarnya volume cadangan yang disimpan oleh bank sentral di berbagai negara per Maret 2026. Kekuatan cadangan ini menjadi pilar utama stabilitas moneter global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Berikut adalah daftar volume kepemilikan cadangan emas resmi dari beberapa negara besar di dunia:

  1. Amerika Serikat: 8.133,46 Ton
  2. Jerman: 3.350,25 Ton
  3. Italia: 2.451,84 Ton
  4. Prancis: 2.437,00 Ton
  5. Tiongkok: 2.313,46 Ton
  6. Rusia: 2.304,75 Ton
  7. India: 880,52 Ton
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Para pelaku pasar finansial saat ini terus mencermati pergerakan indikator ekonomi Amerika Serikat berikutnya serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah untuk menentukan arah kebijakan investasi mereka ke depan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow