Harga Bitcoin Hari Ini Stabil Rp1,12 Miliar setelah Koreksi Tiga Persen

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin hari ini terpantau stabil di kisaran Rp1,12 miliar per koin pada Minggu, 7 Juni 2026 setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto terbesar ini berangsur pulih dari tekanan jual masif yang dipicu oleh sentimen makroekonomi global global dan aktivitas perdagangan yang melambat.

Pergerakan harga uang kripto terkemuka ini kini berada di rentang harga USD 60.907 hingga USD 61.378 per koin, atau setara dengan Rp1.122.018.000 di pasar Indonesia. Stabilisasi ini terjadi setelah aset digital tersebut sempat terdepresiasi cukup signifikan dan nyaris menembus level psikologis baru.

Penurunan harga yang terjadi pada akhir pekan ini didorong oleh aksi ambil untung dan perpindahan aset oleh para investor institusional. Berdasarkan data pergerakan pasar, aset kripto utama ini sempat anjlok sekitar 3,5 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir pada hari sebelumnya.

Koreksi tajam tersebut sempat menyeret nilai tukar koin ke bawah level USD 60.000 sebelum akhirnya daya beli pasar kembali mengangkat posisinya ke zona aman. Peristiwa penurunan ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai arah tren pergerakan selanjutnya.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Penyebab Harga Uang Kripto Anjlok

Faktor utama di balik melemahnya performa aset digital ini adalah adanya arus keluar dana atau outflow yang cukup masif dari produk investasi berbasis kripto. Tercatat arus keluar modal dari produk investasi ini mencapai kurang lebih USD 112 juta dalam periode perdagangan terakhir.

Selain arus modal keluar, penurunan likuiditas di bursa kripto terpusat (CEX) memperparah volatilitas pasar. Data pada April 2026 menunjukkan volume perdagangan spot di bursa terpusat merosot ke angka USD 679 miliar, yang menjadi titik terendah sejak Oktober 2023 akibat penurunan aktivitas investor ritel.

Bitcoin Menembus 60 Ribu Dolar Semua Orang Salah Berita Bitcoin Hari Ini Ethereum Dan Altcoin | Akram

Dampak Terhadap Altcoin dan Token Stella

Koreksi pada aset utama ini turut memengaruhi performa aset digital alternatif (altcoin) di pasar, termasuk token Stella (ALPHA). Token alternatif ini mencatatkan volume perdagangan harian sebesar USD 10.370,60, yang berarti mengalami penurunan performa sebesar -42,40 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Harga token Stella saat ini berada di rentang harian USD 0,0006140 hingga USD 0,0006713 dengan total kapitalisasi pasar bernilai USD 643.261. Transaksi token ini di bursa terdesentralisasi untuk pasangan perdagangan dengan wrapped Ethereum mencatatkan volume sebesar USD 435,36 dalam 24 jam terakhir.

Data Perbandingan dan Indikator Harga Pasar

Untuk memberikan gambaran komparatif mengenai kondisi volatilitas pasar kripto, berikut adalah rincian data performa harga Bitcoin dan token alternatif yang dihimpun dari laporan pasar terkini.

Pelaku pasar dapat mencermati fluktuasi nilai historis aset digital sebagai bagian dari manajemen risiko sebelum mengambil keputusan transaksi di perdagangan spot maupun derivatif.

Tabel Perbandingan Harga dan Pasokan Aset Kripto Juni 2026
Nama Aset KriptoRentang Harga 24 Jam (USD)Volume Perdagangan (24 Jam)Total Pasokan Maksimal
Bitcoin (BTC)60.907 – 61.37821.000.000
Stella (ALPHA)0,0006140 – 0,000671310.370,601.000.000.000

Secara historis, harga token Stella saat ini berada di posisi -100,00 persen di bawah harga tertinggi sepanjang sejarahnya yang pernah menyentuh level USD 2,93 pada 5 Februari 2021. Namun, aset tersebut masih bertahan 130,80 persen di atas harga terendahnya senilai USD 0,0002825 yang tercatat pada 4 Mei 2026.

Sentimen Regulasi dan Prospek Jangka Panjang

Di tengah situasi pasar yang fluktuatif, perhatian industri kini tertuju pada dinamika regulasi di Amerika Serikat. Saat ini terdapat usulan Rancangan Undang-Undang bertajuk American Reserve Modernization Act 2026 (ARMA) yang berpotensi mengubah lanskap institusional.

RUU ARMA tersebut mengusulkan agar Departemen Keuangan Amerika Serikat melakukan pembelian 1 juta koin Bitcoin dalam jangka waktu 5 tahun, atau setara dengan 200.000 koin per tahun. Kebijakan ini menyertakan aturan masa penguncian aset (lock-up period) selama 20 tahun sebagai cadangan strategis negara.

Langkah politis dan legislatif ini dinilai para analis dapat menjadi jangkar sentimen positif jangka panjang yang menahan penurunan harga lebih dalam. Hingga saat ini, para pelaku pasar domestik maupun global masih bersikap responsif terhadap pergerakan volume perdagangan harian guna mengantisipasi volatilitas susulan.

Advertisement
Scroll To Continue with Content
Follow indonesiakita.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed